Jumat 27 Mar 2020 10:01 WIB

Sohibul Perintahkan Kadernya Beri Bantuan untuk Perawat

Para perawat dan dokter adalah pejuang garis depan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto
Presiden PKS, Sohibul Iman
Foto: Republika TV/Wibisono
Presiden PKS, Sohibul Iman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan sejumlah jajaran PKS menyambangi kantor Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP PPNI) di Jakarta, Kamis (26/3). Sohibul memerintahkan, seluruh struktur dan Anggota DPRD dari PKS agar membantu para perawat sebagai garda depan penanganan Covid-19.

"Kami memerintahkan kepada jajaran struktur PKS provinsi dan kabupaten kota kepada juga anggota DPRD di kabupaten kota untuk memberikan bantuan kepada PPNI di provinsi dan kabupaten kota," kata Sohibul dalam keterangan tertulisnya.

Sohibul Iman mengingatkan, agar pemerintah memberikan perhatian yang serius kepada para perawat. Sebab, menurutnya, para perawat dan dokter adalah pejuang garis depan. 

"Tenaga medis ini menjadi front liner ya. Menjadi paling depan karena penyelamatan ataupun penanganan mereka yang terpapar atau yang positif tentu harus langsung ditangani tenaga medis, dalam hal ini dokter dan perawat ada di barisan paling depan," ungkap Sohibul Iman.

Dalam kesempatan itu Sohibul juga memberikan bantuan APD yang diterima oleh Ketua Umum PP PPNI Harif Fadhillah. Sementara itu Harif mengakui saat ini hampir semua jenis APD sangat diperlukan terutama yang lengkap dan layak. Ia menyebut, hingga saat ini masih banyak perawat yang mengeluh soal ketersediaan APD di rumah sakit.

"Sampai hari ini masih banyak yang mengeluh. Walaupun kita tahu sudah ada upaya pemerintah untuk mendistribusikan ke Rumah sakit daerah dan rujukan. Faktanya di rumah sakit swasta, klinik, puskesmas mereka juga melayani mereka juga membutuhkan," ungkap Harif.

Dia memastikan, para perawat dalam kondisi apapun selalu siap bekerja. Namun, ia ingin memastikan keamaan para perawat juga dijamin agar bisa menjalanan tugas dengan baik. 

"Karena faktor keamanan ini number one, zero toleransi. Supaya bisa bertempur, supaya tidak mati konyol melayani pasien," katanya. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi