Jumat 20 Mar 2020 14:56 WIB

Purwakarta Alokasikan Rp 5 M untuk Penanganan Covid-19

Anggaran untuk penanganan covid-19 dikucurkan dalam dua tahap.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Dwi Murdaningsih
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di objek wisata Cikao Park, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). (Antara/M Ibnu Chazar)
Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di objek wisata Cikao Park, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). (Antara/M Ibnu Chazar)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta berupaya serius menangani penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Purwakarta. Pemerintah langsung mengalokasikan anggaran khusus dari APBD untuk penanganan kasus Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika telah mengintruksikan untuk pergeseran anggaran untuk memaksimalkan penanganan Covid-19. Ini dimaksudkan agar penanganan jauh lebih maksimal.

Baca Juga

“Pemkab Purwakarta mengalokasikan dana sebesar Rp 5 Miliar dari pergesaran anggaran Tahun Anggaran 2020,” kata Wibi kepada Republika.co.id, Jumat (20/3).

Wibi mengatakan pergeseran anggaran ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Kemendagri yakni Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan Covid-19 di lingkungan pemerintah daerah. Pemkab Purwakarta menggeser alokasi anggaran belanja yang ada di Dinas Kesehatan.

Menurutnya, anggaran ini dikucurkan dalam dua tahap. Tahap pertama anggaran dimaksimalkan untuk belanja kebutuhan alat-alat penanganan Covid-19 terlebih dahulu. “Seperti diketahui hari ini Dinkes persediaan stok untuk masker juga alat perlindungan diri (ADP) sudah mulai menipis, disinfektan juga menipis. Dengan kebijakan bupati maka bisa memberikan kekuatan bagi kami melaksanakan penanganan,” ucap dia.

Selain itu, kata dia, fasilitas rumah sakit juga dimaksimalkan untuk menangani isolasi pasien. RSUD Bayu Asih telah menyediakan 50 persen dari ruangan rawatnya untuk mengantisipasi pasien yang akan dirawat karena terkait Covid-19. Dinkes juga menyediakan pusat informasi penanganan Covid-19 dan Call Center.

”Dinkes juga mengirimkan tenaga laboratorium sebanyak tiga orang. Kadis kesehatan sudah memerintahkan tenaga lab untuk jemput bola,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement