Selasa 10 Mar 2020 20:16 WIB

Tulungagung Alokasikan Rp 1,8 Miliar untuk Covid-19

Tulungagung siapkan dana taktis Rp 1,8 miliar untuk antisipasi, tanggulangi Covid-19.

Kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/3). Tulungagung siapkan dana taktis Rp 1,8 miliar untuk antisipasi, tanggulangi Covid-19.
Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/3). Tulungagung siapkan dana taktis Rp 1,8 miliar untuk antisipasi, tanggulangi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menganggarkan dana taktis untuk mengantisipasi dan penanggulangan virus corona jenis baru sebesar Rp 1,8 miliar. Dana itu digunanakan untuk penyediaan kamar isolasi serta pengadaan sarana dan prasarana medis, seperti alat pelindung diri (APD) dan semacamnya.

"Anggaran itu sudah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sarana medis dan layanan medis terkait antisipasi corona," kata Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto SpB di Tulungagung, Selasa.

Baca Juga

Supriyanto menjelaskan, anggaran tersebut telah siap diambilkan dari APBD Tulungagung 2020. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan segala keperluan pengobatan dan perawatan pasien terduga maupun orang dalam pemantauan yang sedang dirawat di RSUD dr Iskak.

"Termasuk keperluan sarana dan prasarana, seperti kelengkapan APD, baik untuk pasien maupun untuk perawat," katanya.

Meskipun demikian, Supriyanto tidak menyebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan khusus untuk penanganan pasien kasus terduga corona. Pri mengaku tidak bisa mengestimasialokasi itu karena setiap pasien yang diduga mengalami kondisi klinis mirip kasus Covid-19 biasanya memiliki gejala yang berbeda-beda.

"Tapi berapapun biaya yang dibutuhkan (untuk perawatan pasien) akan ditanggung oleh pemerintah," katanya.

Hingga saat ini, RSUD dr Iskak telah dua kali merawat dengan standar prosedur penanganan tinggi terhadap pasien terduga corona. Menurut Supriyanto, keduanya ditangani dengan profesional dan di ruang isolasi khusus standar penanganan Covid-19.

Dari dua kasus itu, menurut Supriyanto, hasil uji lab kesemunya dinyatakan negatif. Kedua pasien yang masuk di waktu berbeda itu pun bisa dipulangkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement