Ahad 08 Mar 2020 20:08 WIB

Pendaki Gunung Batur Meninggal Akibat Tergelincir

Seorang pendaki gunung tergelincir dari puncak Gunung Batur, Kintamani, Bali

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Gunung Batur. Seorang pendaki gunung tergelincir dari puncak Gunung Batur, Kintamani, Bali. Ilustrasi.
Foto: Travel-Bali
Gunung Batur. Seorang pendaki gunung tergelincir dari puncak Gunung Batur, Kintamani, Bali. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGLI - Seorang pendaki gunung tergelincir dari puncak Gunung Batur, Kintamani, Bali ke dalam jurang sehingga meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi saat menggelar tikar untuk istirahat sejenak setelah berhasil mendaki hingga puncak gunung.

"Korban bernama Ida Bagus Andyka Eka Arcana Manuaba tergelincir saat istirahat di puncak gunung Batur, Kintamani, Bali kemudian masuk ke jurang," kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi di Bangli, Ahad (8/3).

Baca Juga

AKP Sulhadi menuturkan kronologis kejadian. Pada Ahad (8/3) pukul 00.30 WITA, korban bersama delapan orang rekannya pergi ke gunung Batur dengan berboncengan sepeda motor. Ada lima sepeda motor berangkat menuju Gunung Batur Kintamani dari Gianyar.

Kemudian korban bersama rekannya tiba di Pura Jati pukul 02.00 WITA. Selanjutnya bersama-sama melakukan pendakian dan pada pukul 04.00 WITA tiba di puncak Gunung Batur.

 

Setelah mendaki sampai di puncak gunung, korban bersama saksi menggelar tikar untuk istirahat di pinggir tebing. Tepatnya sebelah kiri padmasana Puncak Gunung Batur. Saat tiduran, tanpa disadari korban terpeleset hingga terjatuh ke jurang kemudian saksi melihat bahwa orang yang jatuh tersebut adalah rekannya.

Rekan korban dibantu pendaki lain dan BKSDA dan Kehutanan serta masyarakat melakukan evakuasi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani. Personel Polsek Kintamani dan Sat Reskrim Polres Bangli bersama tim mengidentifikasi korban. Mereka juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi.

Hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Kintamani terhadap korban ditemukan luka patah pada leher, luka robek pada pipi kiri, dan luka lecet pada dahi kiri. Selain itu keluar darah pada hidung dan luka lecet di bagian punggung dan pantat.

Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sulhadi menambahkan korban diduga meninggal dunia di tempat kejadian karena saat dibawa ke Puskesmas Kintamani sudah dinyatakan meninggal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement