Senin 02 Mar 2020 17:19 WIB

Pekerja Migran Asal Indramayu Meninggal Dunia di Jeddah

Korban dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat saat hendak kabur

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi.Meninggal dunia
Foto: antaranews
Ilustrasi.Meninggal dunia

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Blok Winong, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Kuraesin binti Tarmad Milah (33), dilaporkan meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi. Korban dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat saat hendak kabur dari salah satu tempat penampungan agency di kota tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih. Dia mengaku mendapat informasi tersebut dari suami Kuraesin yang bernama Caslam. "Informasi itupun dibenarkan oleh pihak perekrut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp," kata Juwarih, Senin (2/3).

Baca Juga

Juwarih mengatakan, suami korban (Caslam) memperoleh kabar bahwa Kuraesin meninggal dunia pada 9 Februari 2020. Korban dikabarkan terjatuh dari lantai empat di tempat penampungan agency (Syarikah Saed) saat hendak melarikan diri. Pasalnya, permintaan korban untuk dipulangkan selalu tidak ditanggapi.

Juwarih menambahkan, sebelum meninggal, almarhumah korban pernah menghubunginya pada 24 Desember 2019. Saat itu, almarhumah meminta tolong kepadanya agar segera dipulangkan ke Indonesia. Pasalnya, almarhumah bekerja tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan oleh pihak perekrut.

Setelah mendapat aduan dari almarhumah, Juwarih sempat melayangkan pesan somasi ke pihak perekrut melalui Whatsapp. Dia meminta agar Kuraesin segera dipulangkan ke Indonesia. Namun berdasarkan pengakuan dari Kuraesin, orang tuanya mendapat intimidasi dari pihak perekrut.

Juwarih menjelaskan, Kuraesin berangkat ke Arab Saudi melalui perantara seorang sponsor warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Kuraesin sebenarnya ingin bekerja ke Hongkong.

Namun, pihak perekrut mengarahkan Kuraesin ke Arab Saudi dan dijanjikan bekerja menjaga anak kecil, proses cepat, gaji dan uang fee besar. Mendapat tawaran tersebut, almarhumah bersedia mengikutinya.

Kuraesin lantas dilimpahkan ke sponsor lainnya asal Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Dari sponsor itu, Kuraesin kembali dilimpahkan ke perekrut yang di Jakarta dan ditempatkan di penampungan di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur. "Setelah dua minggu berada di tempat penampungan, almarhum Kuraesin diberangkatkan dari Bandara Soekarno - Hatta menuju Singapura, dari Singapura kemudian ke Arab Saudi," kata Juwarih.

Selama dua bulan di Arab Saudi, almarhumah Kuraesin kerap gonta-ganti majikan sebanyak lima kali. Hal itu membuat almarhumah ingin pulang karena apa yang dijanjikan oleh pihak perekrut tidak sesuai dengan yang dialaminya saat bekerja di Arab Saudi. Namun, sebelum keinginannya itu terpenuhi, Kuraesin dilaporkan meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement