Senin 02 Mar 2020 16:49 WIB

Pasien Dicurigai Corona di RSUP M Djamil Sudah Membaik

Meski pasien sudah membaik, RSUP masih menunggu hasil uji klinis dari Jakarta

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustavianof mengatakan kondisi seorang pasien yang diduga mengidap virus corona yang diisolasi di RSUP M Jamil sudah membaik. Pasien yang merupakan seorang perempuan di bawah 20 tahun tersebut menurut  Gustavianof dalam kondisi normal.

"Secara klinis, pasien ini sudah aman. Sekarang kita menunggu hasil pengecekan laboratorium Kemenkes di Jakarta," kata Gustavianof kepada Republika di Kantornya, Senin (2/3).

Baca Juga

Pasien yang diisolasi di M Djamil tersebut diketahui baru kembali dari perjalanan ke Thailand. Di mana negara tersebut memang sudah ikut terjangkit virus corona. Pasien tersebut sebelumnya dirawat di salah satu RS di Sumbar. Enam hari terakhir ia dirujuk dan diisolasi di RSUP M Djamil Padang.

Diagnosa dokter menurut Gustavianof, pasien ini mengarah ke flu biasa. Tapi pasien belum bisa pulang ke rumah karena sesuai aturan harus menantikan hasil pengecekan laboratorium. Beberapa sampel yang diperiksa di antaranya cairan di hidung dan tenggorokan.

"Satu atau dua hari ini, hasilnya (akan keluar)," ujar Gustavianof.

Gustavianof menyebut pihak M Djamil tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan pasien di Thailand. Pihak M Djamil juga tidak mau membuka identitas pasien demi untuk mengantisipasi respons negatif dari masyarakat.

Gustavianof mengatakan RSUP M Djamil sudah menyiapkan antisipasi penanganan bila virus corona masuk ke Sumbar. Mereka memiliki 8 ruangan isolasi. Dua di antaranya dikhususkan untuk isolasi pasien corona. Misalkan di Sumbar ada banyak pasien terjangkit corona, menurut Gustavianof pihak M Djamil bisa menambah jumlah ruangan isolasi.

"Kalau misal ada kasus (corona di Sumbar) M Djamil sudah siap. Kami punya fasilitas dan tenaga memadai untuk itu," kata Gustavianof menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement