Senin 24 Feb 2020 19:22 WIB

Nelayan Gunakan Bom Ikan di Banyuwangi Disebut Berdaya Ledak Tinggi

Daya ledaknya tinggi karena dentumannya besar.

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com
Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Herawanto
Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Herawanto

jatimnow.com - Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Herawanto menyebut nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom ikan (bondet) di Pulau Tabuhan Banyuwangi memiliki daya ledak tinggi. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Ahad (23/2) sore. Tunggul memposting sebuah video nelayan menggunakan bom ikan yang viral di dunia maya.

Tunggul bersama 25 orang pengelola taman baca di Banyuwangi dan beberapa orang dari luar daerah saat itu tengah melakukan kemah di Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo sekitar pukul 16.30 Wib. "Beberapa menit setelah tenda terpasang kami tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan besar. Daya ledaknya tinggi karena dentumannya besar. Jaraknya dari camp itu sekitar 100 sampai 200 meter lah dari tenda kami," kata Tunggul saat dikonfirmasi via seluler, Senin (24/2/2020).

Kejadian ledakan bom ikan tersebut, kata Tunggul, terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. "Jadi saya dan teman-teman kaget melihat kok ada bom akhirnya dengan spontan teman-teman relawan mengambil dokumentasi tersebut supaya bisa menjadi bukti. Bom ikan itu meledak tiga kali. Yang pertama dentumannya lebih besar dari kedua dan ketiga ledakan," ungkapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui darimana asal nelayan yang melakukan pengeboman tersebut. Namun terkait lokasi, kata dia, dipastikan berada di kawasan Pulau Tabuhan.

Menurutnya, saat peristiwa pengeboman ikan terjadi terdapat sekitar 6 atau 7 kapal nelayan di kawasan perairan yang berada di Selat Bali itu. "Untuk jumlah persisnya berapa kapal bisa dihitung lagi di video, sekitar 6 atau 7 kalau nggak salah," sebutnya.

Sementara itu, lanjutnya, ada beberapa kapal nelayan pencari ikan lainnya pada saat kejadian. Namun, tidak semua kapal yang ada pada saat itu di dokumentasikan secara video.

"Yang tidak terekam kamera juga banyak di sekeliling itu, ada beberapa kapal nelayan. Ada yang di pesisir ada yang di timur, ada yang di selatan. Jadi tidak semua terekam," ucap dia.

Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banyuwangi kini tengah menyelidiki pengeboman ikan oleh nelayan yang videonya menjadi viral di media sosial (medsos) Facebook dan WhatsApp (WA). Video yang diunggah akun Facebook, Rumah Literasi Indonesia pada Minggu (23/2) pukul 22.03 WIB itu dikomentari 148 netizen. Disukai 161 akun lainnya, serta dibagikan sebanyak 315 kali hingga pukul 9.52 Wib, Senin (24/2).

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement