Ahad 23 Feb 2020 15:07 WIB

Bupati Pimpin Upacara Hari Jadi Banyumas

Banyumas saat ini memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.

Rep: Eko Widiyatno / Red: Agus Yulianto
Bupati Banyumas Achmad Husein.
Foto: Republika/Eko Widiyatmo
Bupati Banyumas Achmad Husein.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Puncak peringatan Hari Jadi ke 449 Kabupaten Banyumas, dilakukan dengan menggelar upacara di Alun-alun Kota Purwokerto, Sabtu (22/2). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Achmad Husein, dengan dihadiri seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kabupaten Banyumas, para pejabat pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi, dan seluruh pimpinan ormas di Banyumas .

Upacara hari jadi Banyumas yang ke 449 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini di meriahkan pula dengan atraksi dua orang Paramotor (Atraksi payung terjun menggunakan motor). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Better Banyumas' dan 'Selamat dan Sukses Hari Jadi Banyumas yang ke 449”.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat bersatu-padu, bahu-membahu, dan  saiyeg saeka praya untuk memberikan sumbangsih dan konstribusi terbaiknya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banyumas.

Dia menyebutkan, Kabupaten Banyumas saat ini memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Yakni, dalam bidang pariwisata, sebagai pusat pendidikan, dan pusat perdagangan bagi daerah lainnya.

''Ke depan, kita sedang berupaya agar Kabupaten Banyumas sebagai 'Smart Regency atau Smart City, dengan mengedepankan aspek keterbukaan di berbagai bidang,'' katanya.

Dia juga menyebutkan, berbagai capaian dan prestasi saat ini juga telah banyak diraih Kabupaten Banyumas. Ke depan, Bupati menargetkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas bisa mencapai di atas 7 persen, IPM di atas 75, angka gini ratio (kesenjangan) yang di bawah rata-rata nasional 0,382, dan angka kemiskinan dibawah 10 persen.

''Apabila itu semua tercapai, maka secara ilmiah kita telah mendekati kemakmuran yang kita cita-citakan bersama,'' jelasnya.

Usai upacara yang diikuti kalangan ASN, pelajar dan berbagai elemen masyarakat tersebut, acara di tutup dengan penyerahan penghargaan kepada Bupati Banyumas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan berupa sertifikat pengakuan dari Kemendikbud yang menetapkan Seni Tarik Lengger Banyumas sebagai Warisan Budaya Takbenda. Seluruh rangkaian acara, ditutup dengan melakukan 'Tari Egat-Egot' bersama. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi