Ahad 23 Feb 2020 09:12 WIB

Cegah Warga Jadi Korban, PLN Matikan Listrik Sebagian

Sebanyak 303 gardu hingga saat ini masih dipadamkan.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, Bali, Haryanto WS (kanan) bersama General Manager PLN UID Jakarta Raya, M. Ikhsan Asaad (kiri) meninjau pemasangan instalasi listrik baru di rumah warga yang menjadi korban banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jumat (10/1).
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, Bali, Haryanto WS (kanan) bersama General Manager PLN UID Jakarta Raya, M. Ikhsan Asaad (kiri) meninjau pemasangan instalasi listrik baru di rumah warga yang menjadi korban banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jumat (10/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dini hari menyebabkan beberapa daerah tergenang dan banjir. PLN terpaksa melakukan pemadaman aliran listrik demi keselamatan jiwa masyarakat. 

Sebanyak 308 gardu listrik terdampak, 5 gardu listrik sudah menyala dan 303 gardu listrik masih padam. Beberapa wilayah di Jakarta yang masih padam yaitu Harapan Indah, Jl. Raya Bekasi, Jl. Raya Cakung Cilincing, Jl. Raya Pegangsaan, Jl. Kayu Tinggi, Johar Baru, Percetakan Negara, Kebon Kosong, Kepu, Pulomas, Jl. Garuda, Jl. Angkasa, Jl. Pulo Kambing, Jl. A. Yani, Pisangan Lama, Jl. Rawasari Barat, Cempaka Putih, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Gunung Sahari Raya, Bungur, Jl. Dermaga Duren Sawit, Kebon Nanas Selatan

photo
Grafis PLN Disjaya

Kepada Masyarakat yang wilayahnya mulai tergenang air, Ikhsan Asaad GM PLN UID Jakarta Raya menghimbau beberapa hal. Yakni, untuk mematikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman, serta dapat menghubungi Contact Center 123 atau kantor PLN terdekat untuk memadamkan daerah terdampak banjir. 

"Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering. PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik," ujar Ikhsan dalam keterangannya yang di terima Republika.co.id , Ahad (23/2).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement