Jumat 21 Feb 2020 09:41 WIB

Soal Longsor di Ciawi, Mensos: Pemda Harus Relokasi Warga

Mensos menilai warga yang tinggal di daerah rawan bencana harus direlokasi

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Esthi Maharani
Longsor menyebabkan satu rumah ambruk di Kampung Cibolang, RT/RW 01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2). Peristiwa tersebut mengakibatkan empat korban jiwa yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.
Foto: dok. Istimewa
Longsor menyebabkan satu rumah ambruk di Kampung Cibolang, RT/RW 01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2). Peristiwa tersebut mengakibatkan empat korban jiwa yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Sosial Juliari P. Batubara menilai pemerintah daerah (pemda) harus merelokasi warga yang menjadi korban longsor di Kampung Cibolang, RT/RW 01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

"Saya kira ini juga peran dari pemda, bagaimana merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana ke tempat aman," kata Juliari di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2).

Juliari mengakui, merelokasi warga bukan perkara mudah. Namun, dia meminta, masyarakat paham bahwa lokasi yang ditinggali merupakan kawasan rawan bencana.

"Rakyat harus paham juga memang ada daerah-daerah yang sebenarnya tidak layak untuk didiami," kata dia.

Juliari mengatakan, pemda terlebih dahulu mengedukasi masyarakat sebelum relokasi dilakukan. "Kita harus informasikan kalau ada bencana, ada resiko, bisa nyawanya hilang karena ada longsor tapi kita sudah informasikan. Pemda harus lebih rajin lagi," kata dia.

Sebelumnya, hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Bogor, sejak Rabu (19/2) hingga Kamis (20/2) dini hari. Hujan tersebut menyebabkan satu rumah ambruk di Kampung Cibolang, RT/RW 01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dan mengakibatkan empat korbanjiwa meninggal dunia.

Camat Ciawi, Agus Hasan Slamet menjelaskan, empat korban tersebut merupakan satu keluarga. Dia menjelaskan, kepala keluarga, yakni Basri Abdul Latif (45 tahun), istri Ela (38 tahun) serta kedua anak mereka, Elsa (6 tahun) dan Evan (5 tahun).

"Kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB pagi pas lagi hujan deras," kata Agus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement