Rabu 19 Feb 2020 02:27 WIB

Gubernur Jateng Ingatkan Jangan Terkecoh Penipuan CPNS

Gubernur Jateng ingatkan warganya agar tak terkecoh penipuan berkedok cpns.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat untuk tidak terkecoh penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) seperti uang pernah terjadi di Kebumen. Ganjar berharap masyarakat ikut berpartisipasi melaporkan jika ada penipuan jenis tersebut.

"Masyarakat jangan ada yang tertipu. Kita sudah mengingatkan sejak dari awal," kata Ganjar seusai acara "Government Gathering" di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (18/2).

Baca Juga

Menurut Ganjar, saat ini sudah bukan era tipu menipu, apalagi disertai dengan pungutan uang sebagai syarat untuk diloloskan menjadi PNS. "Sudah tidak ada zaman sekarang apus-apusan (penipuan), meminta (uang) itu tidak ada," ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Meski demikian, ia berharap masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan jika mengetahui praktik penipuan itu. Pemerintah, kata dia, akan mengusut siapa pun orang yang terlibat dalam penipuan proses penerimaan calon abdi negara itu. "Sekarang kita usut. Siapa pun," ucapnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kebumen, Jawa Tengah menangkap komplotan pelaku penipuan berkedok penerimaan CPNS dengan total korban diperkirakan mencapai 800 orang. Para korban yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia rata-rata menyetorkan uang sebanyak Rp150 juta setelah dijanjikan dapat diloloskan menjadi PNS oleh pelaku.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement