REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menyebut, sembilan kecamatan terdampak angin kencang Jumat (14/2) malam. Sembilan kecamatan itu, yakni Pleret, Dlingo, Bantul, Pundong, Sedayu, Jetis, Banguntapan, dan Sewon.
"Jumlah yang terdampak ada 51 objek yang tersebar di 45 titik lokasi. 50 terdampak angin kencang dan satu terdampak kebakaran," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, saat dikonfirmasi di Bantul, Sabtu (15/2).
Firmansyah mengatakan, upaya penanganan yang sudah dilakukan adalah melakukan assesment lokasi terdampak, evakuasi pohon tumbang dan membuka akses jalan serta pemadaman lokasi kebakaran. Selanjutnya koordinasi dengan lembaga terkait dan mengerahkan semua petugas, serta memberikan bantuan logistik kepada korban terdmpak serta kerja bakdi bersama warga setempat.
"Bagi warga kami imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, segera hubungi petugas jika terjadi situasi darurat atau bencana," katanya.
Sementara itu, berdasarkan infografis kebencanaan pada Pusdalops BPBD Bantul, kejadian kebencanaan di Bantul pada Januari 2020 didominasi faktor hidrometeorologi dengan total 60 kejadian.
Kejadian itu meliputi gerakan tanah 18 kejadian yang berdampak pada talud, rumah dan akses jalan, kebakaran 16 kejadian berdampak pada rumah, pohon tumbang 18 kejadian dan angin kencang yang tersebar di 278 lokasi.