Jumat 14 Feb 2020 13:08 WIB

PKL di Jalur Gatot Subroto Bandung akan Ditata

Saat ini ada sekitar 22 ribu PKL.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Lapak PKL Cicadas, Kota Bandung
Foto: Republika/Edi Yusuf
Lapak PKL Cicadas, Kota Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya melakukan penataan terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berada dibadan trotoar. Setelah menata PKL di Cicadas dan di Cikapundung Barat, ke depan, PKL di sepanjang jalan Gatot Subroto hingga Kiaracondong akan ditata dengan bantuan dana CSR dari PT Pindad.

"Dalam waktu dekat penataan PKL di koridor Gatot Subroto, Kiaracondong ke arah Pindad. PT Mau ngasih CSR," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Jumat (14/2) di Balai Kota Bandung. 

Dia mengatakan, saat ini, tahap yang sedang dikerjakan yaitu membuat desain trotoar oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Selain itu, Dinas Tata ruang akan membuat desain untuk para PKL tersebut. 

Katanya, jika kedua itu sudah disepakati maka bisa segera dilakukan penataan tersebut. "Minggu lalu lihat kesana (PKL di Jalan Gatot Subroto), kita nunggu gambar dari PU dan Distaru," katanya. Yana menambahkan, para PKL yang berada di jalan Gatot Subroto sebanyak 45 orang pedagang.

Menurutnya, proses penataan masih belum bisa dipastikan. Katanya sementara ini menunggu desain penataan dan gambar trotoar. Dia mengatakan, dari 22 ribu PKL di Bandung, pihaknya bertahap melakukan penataan.

Menyangkut PKL mobil toko (moko) di Jalan Diponegoro, Yana mengatakan, tetap akan melakukan penertiban dengan pendekatan yang berbeda. Sebab, menurutnya, jenis pedagang moko di jalan tersebut terdapat dua. 

"Petunjuk dari Wali Kota ditertibkan dulu, moko ada dua kriteria ada yang memang dia kreatif berdagang dan orang punya toko terus buka cabang. Penanganannya berbeda," katanya.

Dikatakan Yana, Teras Cihampelas tahap II yang tengah dalam proses lelang akan difungsikan sebagai pedestrian. Sedangkan di Teras Cihampelas I akan dilakukan evaluasi terhadap keberadaan para pedagang.

"Saya minta ke satgasus mendesain tenda karena ada beberapa (pedagang) kuliner mungkin perlu disiapkan tenda. Yang beli dan makan bisa duduk dan terlindungi dari hujan dan panas," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement