Rabu 12 Feb 2020 12:53 WIB

286 Alat Ukur Pedagang di Pasar Sukatani Depok Ditera Ulang

Sidang tera ulang rutin dilakukan karena Pasar Sukatani sudah bersertifikat SNI.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah
Salah satu alat ukur timbangan menggunakan timbangan digital (ilustrasi)
Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Salah satu alat ukur timbangan menggunakan timbangan digital (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Guna mempertahankan label Pasar Standar Nasional Indonesia (SNI), Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang digunakan oleh pedagang di Pasar Sukatani, Kota Depok ditera ulang. Total UTTP yang ditera ulang sebanyak 286 unit.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, Pasar Sukatani sudah bersertifikat SNI sejak 2016. Supaya pengelolaan pasar tetap sesuai prosedur, pihaknya rutin melakukan sidang tera terhadap UTTP yang digunakan.

Baca Juga

"Pasar Sukatani sudah bersertifikat SNI. Untuk mempertahankan pengelolaan pasar yang sudah baik itu, mulai awal tahun ini, kami rutin sidang tera," ujar Zamrowi di Pasar Sukatani, Kota Depok, Rabu (12/2).

Zamrowi menjelaskan, sidang tera ke pasar tradisional juga sebagai salah satu upaya mewujudkan Kota Depok sebagai Kota Tertib Ukur. Sebab, untuk menjadi daerah tertib ukur, seluruh pasar harus menjadi pasar tertib ukur. "Kami ingin semua pasar tradisional di Kota Depok tertib alat ukurnya sehingga tidak merugikan kedua belah pihak, baik konsumen maupun pedagang," jelasnya.

Kepala UPTD Metrologi Kota Depok, Sarmadi menambahkan, ratusan UTTP yang ditera ulang terdiri atas berbagai jenis. Di antaranya, 26 buah timbangan meja, 13 buah timbangan elektronik, 11 buah timbangan pegang, empat buah timbangan gantung, 12 buah timbangan bebek, dan 220 anak timbangan. "Hasil sidang tera ada beberapa pedagang yang timbangannya mulai rusak, tetapi sudah kami tera ulang sehingga semuanya baik," terangnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement