Jumat 07 Feb 2020 19:44 WIB

Agrowisata Perkebunan Teh Jadi Ikon Wisata Baru Batang

Agrowisata perkebunan teh itu telah dilakukan re-branding dan inovasi.

Ilustrasi Wisatawan mengunjungi area perkebunan teh PT Perkebunan Nusantara.
Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Ilustrasi Wisatawan mengunjungi area perkebunan teh PT Perkebunan Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mencanangkan agrowisata perkebunan teh PT Pagilaran yang berada di Kecamatan Blado menjadi ikon wisata di wilayah setempat.  

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa pengelola PT Pagilaran sudah melakukan pembangunan fisik di objek wisata itu seperti pembuatan Amphieteatre yang bisa menampung 1.000 orang, 2 kincir zaman Belanda, dan jalan setapak seputar taman, serta pusat makanan (food center).

Baca Juga

"Inisiasi re-branding dan inovasi obyek wisata Pagilaran oleh pengelola PT Pagilaran sangat bersinergi dengan program kunjungan wisata 2020. Oleh karena, dengan adanya penambahan beberapa fasilitas yang ada diharapkan dapat mendukung targetnya 3 juta wisatawan berwisata berkunjung di Batang," katanya.

Usai peletakan batu pertama acara "Re Branding PT Pagilaran", Jumat (07/02), Bupati Wihaji mengatakan bahwa pemkab siap membantu pengelola PT Pagilaran membangun jembatan di jalur menuju kawasan objek wisata Agro Pagilaran karena selama ini bus besar tidak bisa masuk ke obyek wisata Puncak Pagilaran.

"Jembatan menuju kawasan objek wisata Pagilaran memang sempit sehingga perlu dilebarkan. Kewajiban pemerintah melayani sehingga jika pelebaran jalan di jembatan menjadi kebutuhan maka akan mendukung re-branding," katanya.

Direktur PT Pagilaran Rahmat Gunadi mengatakan re-branding sebagai upaya untuk menghidupkan tiga pilar perkebunan, yaitu menguntungkan petani teh, etis secara sosial, serta konservasi.

PT Pagilaran dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, kata dia, memiliki komitmen melakukan pengembangan secara signifikan seperti pembangunan fisik objek wisata dalam rangka menjalankan program besar pada masa yang akan datang.

Menurut dia, pembangunan fisik yang sudah dalam pengerjaaan adalah Amphieteatre yang bisa menampung 1.000 orang, 2 kincir Belanda, dan jalan setapak seputar taman.

"Mulai Februari 2020 dimulai proyek pembangunan sentra kuliner, lahan parkir modern, dan toilet standar," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement