Jumat 07 Feb 2020 17:41 WIB

Pemprov Sumbar Coba Tingkatkan Produksi Lokal Bawang Putih

Harga bawang putih di Sumbar turut melonjak karena minimnya pasokan.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Indira Rezkisari
Harga bawang putih mengalami kenaikan di Indonesia, termasuk di Sumatra Barat (Sumbar).
Foto: JOJON/ANTARA FOTO
Harga bawang putih mengalami kenaikan di Indonesia, termasuk di Sumatra Barat (Sumbar).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit menyebutkan saat ini terjadi kenaikan harga cukup signifikan di komoditas bawang putih. Harga normal 1 kg bawang putih di Sumbar biasanya Rp 28 ribu. Sekarang naik menjadi Rp 50 ribu.

"Awalnya kami mendengar informasi ada kenaikan harga bawang putih dari masyarakat. Setelah kami cek, ternyata benar. Harga sudah Rp 50 ribu per kilogram di eceran," kata Nasrul Abit di Padang, Jumat (7/1).

Baca Juga

Nasrul mengatakan pedagang di pasar harus menjual Rp 50 ribu per kilogram karena mereka membeli dari distributor seharga Rp 48 ribu per kilogram. Nasrul Abit menyebutkan kenaikan harga bawang putih disebabkan kurangnya stok.

Selama lebih kurang satu tahun terakhir, pasokan bawang putih di Sumbar mengandalkan bawang putih impor dari China. Sementara pasokan bawang putih lokal masih rendah.

Untuk mengantisipasi menekan kenaikan harga bawang putih ini, Pemprov Sumbar kata Nasrul akan mendorong peningkatan bawang putih lokal.

"Produksi lokal kita harus ditingkatkan. Harus kita bangun produksi daerah ini. Sehingga, kita tidak pengaruh dengan impor,” ujar Nasrul Abit.

Namun Nasrul menilai upaya peningkatan produksi lokal bawang putih ini tidak mudah. Karena juga akan bergantung kepada ketersediaan lahan yang cocok buat ditanami bawang putih.

Nasrul melihat salah satu lahan yang cocok ditanami bawang putih di Sumbar ialah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Alahan Panjang berada pada ketinggian lebih kurang 1.400 mdpl.

Tapi dalam waktu dekat menurut Nasrul pasokan bawang putih di Sumbar masih mengandalkan pasokan dari luar. "Begitu impornya tidak ada, kiriman dari Jakarta tidak ada atau,  Medan atau Pekanbaru, maka kita kekurangan stok," kata Nasrul menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement