Kamis 06 Feb 2020 21:00 WIB

Lokomotif Uap Buatan Jerman Siap Layani Wisatawan di Solo

Kereta uap buatan Jerman tahun 1921 yang pernah beroperasi di wilayah Jawa Barat.

Sebuah lokomotif uap memasuki Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020).
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Sebuah lokomotif uap memasuki Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Lokomotif uap buatan Jerman siap melayani wisatawan dengan rute Solo-Wonogiri dan Solo-Sukoharjo. Ini seiring dengan selesainya proses restorasi yang dilakukan oleh PT KAI (Persero) di Balai Yasa, Yogyakarta.

"Ini tadi berangkat dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pukul 09.25 WIB, berhenti dulu di Ceper, Klaten untuk menambah bahan bakar kayu dan air. Sampai di Purwosari pukul 15.30 WIB," kata Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto di Stasiun Purwosari, Solo, Kamis (6/2).

Baca Juga

Mengingat lokomotif uap dengan kode D1410 tersebut baru pertama kali beroperasi pascarestorasi, untuk kecepatan perjalanan dari Yogyakarta menuju Solo 20 km/jam. Nanti jika sudah beroperasi normal, lokomotif yang didatangkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini bisa berjalan hingga 80/jam.

Ia mengatakan untuk proses restorasi dilakukan sejak tanggal 18 April hingga 5 November 2019 dengan biaya sekitar Rp 2 miliar. Untuk beberapa tahapan yang dilakukan pada proses tersebut salah satunya adalah memastikan keamanan ketel yang digunakan.

"Sudah dibawa ke metalogi dan sudah dinyatakan aman, termasuk untuk tekanan kerja yang sudah ditentukan juga aman. Sekitar dua minggu lalu kami sudah melakukan uji coba di Balai Yasa," katanya.

Ia mengatakan untuk suku cadang yang digunakan diperoleh dengan cara mencari kesamaan dengan kereta uap yang lain. Sedangkan untuk aksesoris suku cadang dipesan di dalam negeri.

Ia berharap ke depan kereta uap buatan tahun 1921 yang pernah beroperasi di wilayah Jawa Barat ini bisa mendukung pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya. "Karena nilai sejarahnya cukup besar. Harapannya ini juga bisa memperkuat Jaladara yang ada di Solo," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan terkait dengan operasional lokomotif itu, Pemkot akan terus berkoordinasi dengan PT KAI. Kereta ini nantinya juga ada gerbong untuk inspeksi dan pertemuan, nantinya akan digabungkan saat penyerahan ke Pemkot bertepatan dengan HUT Kota Surakarta pada tanggal 17 Februari 2020.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement