Selasa 04 Feb 2020 21:26 WIB

Diduga Jadi Korban Perundungan, Jari Siswa Malang Diamputasi

Siswa di Malang menjalani amputasi jari tengah setelah diduga mengalami perundungan.

Kampanye
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kampanye

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah setelah diduga menjadi korban perundungan tujuh temannya. Ujung jari MS disebut sudah tak lagi berfungsi.

"Telah dilakukan observasi terhadap jari MS. Jarinya sudah tidak berfungsi ujungnya, akhirnya kami dikonfirmasi bahwa akan dilakukan amputasi," kata paman korban, Taufik, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Baca Juga

Taufik mengatakan, operasi amputasi jari tengah MS tersebut dilakukan pada Selasa, 4 Februari 2020 sekitar pukul 18.00 WIB. Pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian yang menimpa MS,dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa anak-anak lainnya.

Taufik menjelaskan, MS yang berusia 13 tahun itu tidak bercerita tentang kekerasan yang dia alami. MS yang merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 16 Kota Malang tersebut dikenal sebagai sosok yang pendiam.

"Keponakan saya itu anak yang pendiam, tidak suka mengadu," ujar Taufik.

Sementara itu, Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Malang Peduli Pendidikan, Sri Wahyuningsih, menyatakan bahwa dirinya mewakili masyarakat Kota Malang merasa prihatin atas kejadian yang menimpa MS. Apalagi, insiden itu berlangsung saat korban berada di lingkungan sekolah.

"Kami sangat prihatin atas keadaan M, berharap kejadian ini tidak terjadi lagi, dan anak-anak terjamin keamanan dan kenyamanannya ketika berada di sekolah," ujar Wahyuningsih.

Terkait kasus tersebut, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan tujuh murid terduga pelaku kekerasan terhadap MS. Mereka juga merupakan pelajar di SMPN 16 Kota Malang.

Pihak Polresta Malang Kota menyatakan menjamin keselamatan dan memberikan perlindungan kepada korban secara penuh. Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video yang merekam kondisi MS dengan penuh luka memar beredar luas. Saat itu, MS tampak tengah berada di rumah sakit.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang, menyatakan bahwa luka-luka yang diderita korban bukan akibat kekerasan. Namun, informasi yang viral dan beredar di masyarakat, MS merupakan korban perundungan dari kakak tingkat di SMPN 16 Kota Malang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement