Selasa 04 Feb 2020 17:43 WIB

Pemkot Harapkan MRT Tangsel Masuk PSN

Dari pra studi kelayakan yang dilakukan menunjukkan MRT dibangun ke Rawa Buntu.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Sejumlah penumpang antre memasuki kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/12/2019).
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah penumpang antre memasuki kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah kota (pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengharapkan rencana pembangunan moda raya terpadu (MRT) hingga Tangsel bisa menjadi program strategis nasional. Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan pemerintah tengah mengupayakan hal tersebut.

“Kalau sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional, kan nanti ada percepatan (pembangunan),” kata Airin saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (4/2).

Baca Juga

Dia yakin biasanya jika jika suatu proyek pembangunan sudah masuk ke daftar PSN maka akan ada dukungan dari Badan Pembangunan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero). Airin tak menargetkan upaya tersebut namun sangat berharap MRT hingga Tangsel bisa menjadi PSN.

Airin menambahkan ada kemungkinan pembangunan MRT hingga Tangsel dilakukan dengan skema KPBU. Dia memastikan saat ini pra studi kelayakan proyek tersebut sudah dilakukan oleh PT MRT.

“Hasil pra studi kelayakan sudah diserahterimakan melalui BPTJ kemudian harapannya ada tindak lanjutnya. Nanti ada beberapa tahapan sebelum KPBU,” tutur Airin.

Dia menegaskan dari pra sutudi kelayakan yang dilakukan sudah memperlihatkan MRT tersebut akan dibangun mulai dari Lebak Bulus, ke Ciputat, Pamulang, lalu ke Puspitek, dan Rawa Buntu. Airin mengatakan rute tersebut bisa saja berubah karena nantinya akan dilakukan studi kelayakan untuk melihat kebutuhan terbaik.

Sebelumnya, pemerintah saat ini tengah mengupayakan pembangunan MRT hingga Tangsel. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan untuk membangun MRT hingga Tangsel butuh dana yang tidak sedikit.

Budi menjelaskan dalam pembangunan MRT per kilometernya membutuhkan dana sekitar satu triliun rupiah. “Panjangnya kira-kira kalau untuk Tangerang ada 20 kilometer jadi butuh Rp 20 triliun,” kata Budi saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (4/2).

Budi memastikan pembangunan MRT hingga Tangerang Selatan sudah masuk ke dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Untuk itu saat ini, Budi menegaskan pemerintah tengan memikirkan mengenai pendanaannya.

Dia menuturkan untuk membangun MRT hingga Tangsel diperkirakan akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). “Makanya kita lagi set up rencana itu lebih kongkret agar investor bisa tertarik,” ujar Budi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement