Senin 03 Feb 2020 23:21 WIB

Penerima PKH Mundur karena Malu Rumah Ditempel Stiker Miskin

Puluhan warga penerima dana PKH mundur karena malu rumahnya ditempeli stiker miskin

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Seorang penerima bantuan sosial melakukan penarikan uang melalui agen Layanan Keuangan Digital (LKD) saat uji coba penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui uang elektronik. Puluhan warga penerima dana PKH mundur karena malu rumahnya ditempeli stiker miskin. Ilustrasi.
Seorang penerima bantuan sosial melakukan penarikan uang melalui agen Layanan Keuangan Digital (LKD) saat uji coba penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui uang elektronik. Puluhan warga penerima dana PKH mundur karena malu rumahnya ditempeli stiker miskin. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Puluhan warga penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat ramai-ramai mundur. Mereka mundur karena merasa malu di bagian depan rumahnya akan dipasang stiker keluarga miskin.

Saat ini, jumlah penerima dana PKH di Kabupaten Aceh Barat mencapai 9.900 orang yang tersebar di 12 kecamatan. “Untuk sementara sudah ada puluhan warga yang menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima PKH karena mereka merasa malu saat akan dipasang stiker keluarga miskin oleh petugas PKH,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, Bismi, di Meulaboh, Senin.

Baca Juga

Menurutnya, pemasangan stiker tersebut dimaksudkan agar masyarakat di setiap desa menjadi tahu siapa saja penerima program keluarga harapan (PKH). Stiker juga dipasang untuk memudahkan pengawasan oleh masyarakat. Hal tersebut juga dapat memastikan agar masyarakat yang benar-benar miskin dan tidak mampu yang bisa mendapatkan dana bantuan tersebut dari pemerintah.

Bismi juga memprediksi jumlah penerima PKH di Aceh Barat ke depan akan semakin berkurang. Hal ini karena petugas memasang stiker ke setiap rumah yang menyatakan bahwa pemilik rumah adalah keluarga miskin penerima dana PKH.

Dengan adanya warga yang mengundurkan diri sebagai penerima, maka ke depan pemerintah daerah akan lebih mudah untuk mendata kembali calon penerima dana PKH di Aceh Barat. Dengan demikian diharapkan penerima manfaat dari program bantuan pemerintah tersebut semakin tepat sasaran.

“Pemkab Aceh Barat menginginkan agar penerima dana PKH benar-benar masyarakat yang tidak mampu dan berhak menerimanya. Hal ini penting dilakukan agar sasaran bantuan dari pemerintah sesuai dengan peruntukan,” kata Bismi menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement