Rabu 29 Jan 2020 14:49 WIB

Kabupaten Semarang Siapkan Pelatihan untuk Warga Miskin

Jumlah warga miskin di Kabupaten Semarang mencapai 1,03 juta jiwa.

Rep: Bowo S Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi peternakan sapi perah.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ilustrasi peternakan sapi perah.

REPUBLIKA.CO.ID,  UNGARAN—Pemberdayaan ekonomi warga miskin bakal menjadi prioritas bagi Kabupaten Semarang, dalam mengentaskan angka kemiskinan tahun 2020. Pemerintah Kabupaten Semarang telah menyiapkan sejumlah program pelatihan ketrampilan, pelatihan usaha serta bantuan modal usaha bagi warga miskin yang ada di daerahnya.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang hingga bulan Maret 2019 7,04 persen dari populasi warga di daerahnya yang mencapai 1.03 juta jiwa yang tersebar di 19 kecamatan.

Baca Juga

“Jika dibandingkan data tahun 2018, jumlah warga miskin di Kabupaten Semarang ini telah mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar dia, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (29/1).

Untuk prioritas penanganan kemiskinan yang ada di Kabupaten Semarang tahun 2020 ini, jelasnya, bakal dilaksanakan secara ‘keroyokan’, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,  Pemerintah Kabupaten Semarang serta masing- masing Pemeritah Desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD).

Dia mengakui faktor penyebab kemiskinan di Kabupaten Semarang cukup kompleks. Namun secara umum angka kemiskinan ini disumbang oleh angka pengangguran yang masih ada di Kabupaten Semarang.

Jumlah pengangguran terbuka –berdasarkan data BPS Kabupaten Semarang sampai dengan bulan Agustus 2019 masih mencapai 2,58 persen. Kendati persentasi ini menempati ranking kedua terendah se-Jawa Tengah, namun komitmen Pemkab Semarang untuk menurunkan angka kemiskinan akan terus diupayakan.

Maka solusi dari persoalan tersebut, penanggulangan kemiskinan pada tahun ini bakal diarahkan untuk mendorong kemandirian keluarga yang miskin. “Minimal, mereka bisa memiliki ketrampilan serta kemampuan untuk mandiri, dan didorong untuk bisa memperoleh pendapatan minimal guna memenuhi kebutuhannya secara mandiri,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Semarang, lanjut Ngesti, memang telah menyiapkan sejumlah program, antara lain dengan memberikan pelatihan guna memperbanyak populasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bagaimana memperluas lapangan kerja baru yang bisa memberdayakan warga miski Kabupaten Semarang serta- program- program yang lain guna mengakselerasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Semarang ini.

Di bidang pertanian, maka program Pemerintah kabupaten Semarang tersebut akan mendorong peningkatan kapasitas warga miskin tersebut agar memiliki kemampuan di bidang pertanian. Demikian halnya kalau itu di bidang peternakan, maka pemerintah juga akan mendorong skil di bidang peternakan.

“Prinsipnya, bagaimana para pengangguran yang tidak punya skil atau keahlian tersebut akan diberikan pelatihan- pelatihan, agar mereka mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan, baik di bidang peranian, peternakan atau bidang lain yang masih terbuka bagi kebutuhan  tenaga kerja,” lanjutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement