Sabtu 25 Jan 2020 14:52 WIB

Virus Corona tak Ganggu Pariwisata di Batam

Virus corona yang menyebar dari China tak mengganggu pariwisata di Batam

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya. Virus corona yang menyebar dari China tak mengganggu pariwisata di Batam. Ilustrasi.
Foto: Alex PlavevskiEPA-EFE
Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya. Virus corona yang menyebar dari China tak mengganggu pariwisata di Batam. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Virus corona yang menyebar dari China yang ke sejumlah negara lain tidak mengganggu pariwisata Kota Batam, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan pemerintah tidak menutup kedatangan warga asing termasuk dari China, tempat virus itu berasal.

"Virus Corona tidak mempengaruhi kedatangan wisman, semua tetap normal," kata dia di Batam, Sabtu.

Baca Juga

Penerbangan dari China ke Batam tetap berjalan biasa yakni tiga kali dalam sepekan. Pemerintah sudah bersiap menangkal virus itu agar tidak masuk Batam dengan memasang thermal scanner di pelabuhan laut dan udara.

Ia optimistis meski pemerintah Singapura telah mengumumkan seorang terkena virus corona, namun wisman yang datang ke Negeri Jiran lalu melanjutkan perjalanan ke Batam tidak akan berkurang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penularan virus corona. Terlebih setelah pemerintah Singapura mengumumkan satu kasus di negaranya. "Kami meningkatkan kewaspadaan," kata Didi.

Kewaspadaan ditingkatkan mengingat lokasi Batam yang bertetangga dengan Singapura. Apalagi, setiap hari banyak warga Negeri Jiran yang berkunjung. Didi menyatakan pihaknya meminta puskesmas untuk siaga terhadap virus yang bermula dari China itu.

Pihaknya juga memberikan pemahaman tentang virus kepada petugas medis di puskesmas-puskesmas agar dapat memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat. Menurut dia, pemahaman yang benar mengenai virus harus dikuasai petugas kesehatan agar tidak salah saat menanganinya.

"Soal virus corona ini langsung saya informasikan ke kepala-kepala puskesmas. Supaya pahami gejala dan penanganan awalnya," kata dia

Pemerintah telah menunjuk dua rumah sakit untuk menangani pasien yang diduga membawa virus mematikan itu yaitu RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam. Didi meminta masyarakat tidak panik dengan virus itu meski tetap harus mengutamakan kewaspadaan. Untuk mencegah penyakit, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun, membilas selama 20 detik, kemudian mengeringkannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement