Sabtu 25 Jan 2020 07:00 WIB

Sumbar Observasi Pasien Terindikasi Idap Virus Mers CoV

Pasien terindikasi virus Mers CoV baru pulang umrah.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Seorang pasien diduga menderita Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (Mers Corv), berada di ruang isolasi RSUP Dr.M.Djamil Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/1/2020).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Seorang pasien diduga menderita Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (Mers Corv), berada di ruang isolasi RSUP Dr.M.Djamil Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Linarni Jamil menyebut saat ini pihaknya menangani seorang pasien yang terindikasi mengidap virus Mers CoV. Pasien tersebut kini sedang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Linarni menyebut pihak RSUP M Djamil sedang mengobservasi cairan lendir dari hidung pasien di laboratorium di Jakarta.

Baca Juga

"Jadi cairan di hidung pasien diperiksa di labor selama 10 hari," kata Linarni, Jumat (24/1).

Linarni mengatakan pasien yang terindikasi terjangkit virus Mers CoV ini baru saja pulang dari perjalanan ibadah umrah ke tanah suci. Pasien baru tiba di Tanah Air pada Kamis (23/1) kemarin.

Sebelumnya pasien ini dikhawatirkan mengidap virus Corona yang kini sedang mewabah setelah berkembang di Cina. Linarni menyebut pasien merupakan warga Kota Padang.

Linarni menyebut kondisi tubuh pasien tidak terdeteksi memiliki keanehan saat melewati thermo scanner di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pasien mengaku tidak enak badan saat sudah sampai di rumah. Pasien diantarkan keluarganya di RS Yos Sudarso Kota Padang. Karena suhu tubuhnya tinggi, pasien dirujuk ke RSUP M Djamil untuk diisolasi.

Melihat dari rekam jejak perjalanan pasien yang baru pulang dari umrah, pihak RS kata Linarni menduga pasien terkena virus Mers CoV yang memang mewabah di Arab Saudi.

"Jadi bukan virus Corona. Corona kan di China. Kalau Mers CoV dari Arab," ujar Linarni.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement