Senin 13 Jan 2020 21:52 WIB

Dinas PUPR Depok Sudah Tangani 38 Titik Banjir dan Longsor

Di Kota Depok, sempat tercatat ada 90 titik banjir dan longsor.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto
Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kota Depok dan Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/8) sore tidak hanya mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Tapi, juga membuat tanah longsor di Perumahan Permata Depok.
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kota Depok dan Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/8) sore tidak hanya mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Tapi, juga membuat tanah longsor di Perumahan Permata Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Intensitas hujan yang meningkat akhir-akhir ini menyebabkan genangan dan longsor di beberapa titik. Di Kota Depok, tercatat ada 90 titik banjir dan longsor.

Dari 90 titik banjir dan longsor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok telah menangani sebanyak 38 titik banjir dan longsor.

"Intensitas hujan lagi tinggi selama Januari ini, kami sudah antisipasi dengan menyiapkan satuan tugas (satgas) untuk berjaga menerima laporan warga. Dalam dua pekan ini, sudah ada 38 titik banjir dan longsor yang kami tangani," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, di Balai Kota Depok, Senin (13/1).

Dadan menambahkan, menurut laporan yang dihimpun sampai dengan 13 Januari, banjir terjadi di 37 titik. Di antaranya di Kampung Lio, RT 09 dan RW 19, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas). Kemudian, Masjid Mampang, Komplek Marinir Parung Bingung, dan Rutan Cilodong.

Sedangkan untuk lokasi longsor, ada 61 titik. Di antaranya di Kompleks Samudera, RW 06, Kelurahan Depok, Jalan Raya Andara Kelurahan Pangkalan Jati, Jalan Pitara Kecamatan Panmas, dan Perumahan PGRI, Kelurahan Cilodong.

"Data kami selalu update. Sebelumnya ada 90 titik banjir dan longsor, saat ini jumlahnya bertambah delapan titik sehingga totalnya menjadi 98 titik. Tetapi yang sudah tertangani baik sementara maupun permanen sebanyak 38 titik," jelas Dadan.

Menurut Dadan, penanganan sementara di lokasi banjir dan longsor yang dilakukan berupa pemasangan cerucuk, karung tanah, dan terpal agar longsor tidak meluas. Sedangkan untuk penanganan permanen, dilakukan dengan pemasangan bronjong.

"Mudah-mudahan penanganan ini bisa meminimalisasi longsor susulan. Kami juga mengimbau warga untuk terus waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan tidak bisa diprediksi," jelas Dadan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement