Ahad 12 Jan 2020 18:18 WIB

460 Rumah Terendam Banjir di Sidrap Sulsel

Banjir akibat hujan secara terus menerus selama tiga hari dengan intensitas tinggi.

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi
Foto: Antara/Rahmad
Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan menyebutkan sesuai data sementara yang masuk tercatat 460 rumah terendam banjir yang melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ahad (12/1).

Kepala BPBD Sulsel Ni'mal Lehamang di Makassar, mengatakan selain ratusan rumah, banjir akibat hujan secara terus menerus selama tiga hari dengan intensitas tinggi itu juga merendam 2 kantor pemerintahan, 7 sekolah, dan 1 fasilitas kesehatan.

"Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus sejak tiga hari terakhir di Sidrap," katanya.

Dari data yang diperoleh dari gabungan BPBD Sidrap,TNI, Polri, Tagana, Act Mri, Satpol PP, dan para Relawan disebutkan banjir terjadi di sejumlah kecamatan di Sidrap diantaranya Kecamatan Maritengngae, Kecamatan Watang Pulu, Kecamatan Dua Pitue dan Kecamatan Baranti serta Kecamatan Tellu Limpoe

Untuk Kecamatan Maritengngae merendam 2 kantor pemerintahan, tiga sekolah, dan 1 fasilitas kesehatan. Selanjutnya Kecamatan Watang Pulu merendam empat sekolah serta mengakibatkan satu pohon tumbang.

Kecamatan Maritengngae yakni sebanyak 6 pohon telah dievakuasi (Depan Kantor DRRD, Depan Kodim 1420, jln Poros Soppeng, Jln. Poros Rappang, lokasi taman Ganggawa Pangker, Jl. Wolter. Monginsidi)

Adapun tiga kecamatan yang lain yang terdampak banjir masing-masing Kecamatan Dua Pitue, Kecamatan Baranti dan Kecamatan Tellu Limpoe mengakibatkan sawah petani terendam.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement