Jumat 10 Jan 2020 14:31 WIB

Emil Berikan Hibah 24 Motor Baca ke Kabupaten/Kota

Motor baca diharap tingkatkan minat baca masyarakat.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil
Emil Berikan Hibah 24 Motor Baca ke Kabupaten/Kota
Foto: Dok Pemprov Jabar
Emil Berikan Hibah 24 Motor Baca ke Kabupaten/Kota

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Literasi menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dalam mendorong pembangunan provinsi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini.

Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, untuk menggenjot literasi di Jabar, Provinsi Jabar menghibahkan 24 motor baca untuk 24 kabupaten/kota. Penyerahan kendaraan roda tiga ini dilakukan simbolis oleh gubernur kepada para penerima usai acara Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS) di halaman Gedung Pakuan Kota Bandung, Jumat (10/1).

Baca Juga

Menurut Ridwan Kami, motor baca ini bertujuan untuk lebih mendekatkan buku dengan masyarakat. Berbeda dengan Kolecer, motor baca yang mampu menampung ratusan judul buku ini memudahkan pembaca karena bergerak secara mobile.

"Ini motor baca dihibahkan kepada 24 kota/kabupaten sehingga ini lebih mobile sama dengan Kolecer mendekatkan buku dengan masyarakat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil mengatakan, kalau sekarang kita maksa masyarakat datang ke gedung perpustakaan besar maka agak susah.  Kalaupun bisa, tapi jarak kan jauh macet, kesibukannya juga tidak semua bisa ke sana.

"Maka kita rubah pelayanan kepada masyatakat. Ujung-ujungnya masyarakat Jabar harus naik indeks literasinya," katanya.

Dalam agenda TEPAS dengan tema literasi di Gedung Pakuan Kota Bandung, Emil mengatakan, literasi bukan hanya sekedar suka baca tapi juga benteng pertahanan terhadap perang di masa depan melalui perang informasi.

"Mari kita bangkitkan literasi di semua lini, dan jangan lupa dunia kini berubah sudah terevolusi oleh digital dan kita harus menyesuaikan," kata Emil.

Agar minat membaca di Jabar semakin meningkat, Emil pun berharap segala sesuatu berkaitan dengan literasi disebut dengan gerakan. Ia mengimbau kepada pegiat, duta, maupun pemerhati literasi untuk merubah kata proyek atau program literasi dengan dengan kata gerakan agar masyaraka yang mendengar dan tergerak hatinya pun bisa ikut terlibat.

"Urusan literasi harus kita sebut dengan gerakan bukan proyek atau program. Contohnya ibu-ibu penjual gorengan di Kuningan, dia bukan pemerintah tapi tahu manfaat membaca ini, maka akhirnya menyisikan untuk menyumbang buku disitulah yang disebut gerakan," paparnya.

Sementara itu seorang pegiat literasi asal Kuningan, Zaenal Mutaqin, menilai bahwa berbagai upaya meningkatkan literasi atau minat baca masyarakat dari Pemda Provinsi Jabar membuahkan hasil.

Menurutnya, program inisiasi dari Ridwan Kamil seperti Kolecer (Kotak Literasi Cerdas), Candil (Maca Dina Digital Library), dan Makan Jengkol (Mari Kita Antar Jemput Buku dengan Kolaborasi) banyak diminati masyarakat.

"Khususnya Kolecer, sangat terasa manfaatnya contohnya ada Ibu Iin pedagang asongan di depan Kolecer, setiap jualan kalau tidak ada yang beli dia baca buku agama bahkan sampai hafal cerita mahabaratta dan dia meminta Kolecer ini diperbanyak," kata Zaenal saat menyampaikan aspirasinya di TEPAS.

Dalam kesempatan tersebut, Zaenal juga mengusulkan agar Kolecer juga hadir di desa-desa. Kemudian, dirinya juga meminta Gubernur Jabar untuk menerbitkan surat edaran kepada Bupati dan Walikota se-Jabar agar mengalokasikan dana untuk pengembangan literasi di desa.

"Seperti membuat taman bacaan masyarakat desa, komunitas literasi maupun kolecer dan lainnya, dananya mungkin bisa menggunakan dana desa," kata Zaenal.

Kesempatan menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jabar pun dimanfaatkan oleh pemerhati literasi, Inggrid, yang juga seorang duta perpustakaan. Inggrid menyampaikan gagasan kepada Pemprov Jabar untuk membuat gerakan membacakan buku oleh orang tua kepada anak dengan metode read load berbasis pembelajaran di lingkungan keluarga.

"Mewakili teman-teman kami ingin menyumbangkan gagasan itu, awalnya di lingkungan terkecil dulu keluarga," kata Inggrid.

Menurutnya, metode tersebut bisa meningkatkan kebiasaan dan kecintaan membaca masyarakat. Pihaknya pun siap dilibatkan dan terjun langsung dalam gerakan tersebut. Ia berharap, melalui metode ini bisa menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan yang lebih besar yaitu masyarakat.

"Jika gagasan kami dipertimbangkan, untuk SDM dan memberikan pelatihan kami siap  berkontribusi demi mewujudkan Jabar juara di bidang literasi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement