Senin 06 Jan 2020 21:20 WIB

100 Relawan Jateng Bantu Penanganan Banjir Jakarta-Jabar

100 personel merupakan relawan gabungan dari BPBD, PMI, Tagana, NU, dan Muhammadiyah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yudha Manggala P Putra
Banjir Madiun. Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengevakuasi warga saat terjadi banjir di Desa Kedungrejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019).
Foto: Antara/Siswowidodo
Banjir Madiun. Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengevakuasi warga saat terjadi banjir di Desa Kedungrejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sedikitnya 100 personel relawan tanggap bencana dari Jawa Tengah, diberangkatkan untuk mendukung penanganan banjir di wilayah Jakarta dan sebagian Jawa Barat.

Pelepasan ke-100 personel gabungan unsur BPBD (provinsi maupun kabupaten/ kota), PMI, Tagana, relawan NU dan Muhammadiyah ini dilakukan Gubernur Jawa Tengah, di halaman kantor gubernuran, Senin (6/1).

"Kemarin kita sudah mengirimkan logistik, hari ini kami gikiran personel dengan harapan mereka dapat membantu menyelesaikan hal- hal yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana banjir," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Menurut gubernur, para relawan Jawa Tengah ini telah terlatih dan sudah terbiasa mendayagunakan potensi serta kemampuannya, di lokasi terdampak bencana.

Rencananya, para relawan tanggap bencana asal Jawa Tengah ini bakal melaksanakan tugas kemanusiaan selama sepekan di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Namun apabila masih dibutuhkan, maka keberadaan para relawan Jawa Tengah ini juga bisa saja diperpanjang.

"Mereka akan di sana selama seminggu, sambil kita evaluasi apakah harus diperpanjang atau tidak. Nanti akan terus kami komunikasikan," tambah Gubernur.

Ia juga menjelaskan, pengiriman bantuan baik logistik dan personel ke Jakarta hanya sebatas misi kemanusiaan. Menurut Ganjar, saat Jawa Tengah dilanda bencana longsor besar di Banjarnegara beberapa tahun lalu, bantuan dari seluruh Indonesia juga mengalir.

Bencana alam ini, tambahnya, telah mengasah kepekaan dan kesolidan elemen bangsa dalam melaksanakan kerja kemanusiaan.

"Semoga, kemarahan rakyat dapat kita reduksi dengan pengiriman bantuan ini. Sehingga akan mengurangi orang mencaci, memaki atau membuli. Mari kita saling tolong menolong sebagai anak bangsa," tegasnya.

Kepada para personel yang berangkat, Ganjar berpesan agar dapat menjaga nama baik Jawa Tengah. Para personel dilarang merepotkan pihak Jakarta dan Jabar dan harus siap lahir batin.

"Saya percaya anda semua adalah orang yang terlatih. Segera membantu, jangan lupa laporkan perkembangan secara rutin. Ini tidak hanya cerita menolong, namun akan menjadi ibadah anda semuanya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto menambahkan, ke-100 orang personel nantinya akan dibagi menjadi dua. 50 personel akan diperbantukan ke Jakarta, 50 sisanya ke Jawa Barat.

"Tidak menutup kemungkinan nanti mereka akan dipindahkan ke lokasi lain apabila memang dibutuhkan. Misalnya saat Jakarta sudah selesai, maka tim Jakarta akan dipindahkan untuk membantu yang ada di Jawa barat," katanya.

Salah satu relawan Muhammadiyah, Fani Istiani mengaku siap ditempatkan di kawasan terdampak bencana mana saja, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan banjir di jabodetabek ini.

"Seluruh daya upaya harus saya siapkan  agar bisa memberikan manfaat kepada orang lain atau memberdayakan diri untuk umat yang sedang mendapatkan musibah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement