Senin 06 Jan 2020 19:35 WIB

PMI Turunkan Helikopter untuk Evakuasi di Bogor dan Lebak

PMI saat ini difokuskan pada pemberian air bersih kepada masyarakat.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita
Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla saat memimpin rapat evaluasi dan kordinasi penanganan banjir dan longsor DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Senin (6/1) di Markas Pusat PMI, Jakarta.
Foto: Dok Istimewa
Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla saat memimpin rapat evaluasi dan kordinasi penanganan banjir dan longsor DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Senin (6/1) di Markas Pusat PMI, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan kendaraan evakuasi di segala medan, Hagglund, dan Helikopter untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; dan Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten. Bantuan Haglund dan helikopter diturunkan untuk menjangkau wilayah yang masih sulit dijangkau karena  terdampak banjir dan longsor.

Itu disampaikan Ketua PMI Jusuf Kalla saat memimpin rapat evaluasi dan kordinasi penanganan banjir dan longsor DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Senin (6/1) di Markas Pusat PMI, Jakarta. "Haglun dan helikopter kita turunkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana yang berada di wilayah yang sulit dijangkau,” kata Jusuf Kalla dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (6/1).

Baca Juga

Dalam rapat, JK juga mengungkap pelayanan PMI sejak terjadi banjir mulai bantuan evakuasi dengan perahu karet, distribusi makanan serta logistik, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikososial. Namun, usai banjir, JK meminta pelayanan PMI saat ini difokuskan pada pemberian air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, air bersih digunakan warga untuk membantu membersihkan rumah mereka yang terkena kotoran dan lumpur akibat banjir. PMI juga memobilisasi relawannya untuk melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga yang terkena banjir.

Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi kuman dan bakteri penyebab penyakit leptospirosis yang biasa muncul pasca banjir. “PMI hadir untuk mengurangi kesulitan dan penderitaan masyarakat dengan berbagai pelayanan. Semua itu dilakukan PMI bekerjasama dengan lembaga-lembaga, khususnya BNPB, dimana sudah menjadi sistem operasional dalam kebencanaan,” kata Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 tersebut.

PMI mencatat berbagai bantuan yang masih dibutuhkan warga terdampak banjir dan longsor, antara lain tikar, tarpaulin, selimut, pakaian, pampers, pembalut dan makanan untuk bayi. Terhitung hingga 5 Januari 2020, PMI telah mendistribusikan bantuan berupa 400 peralatan kebutuhan keluarga, 1250 peralatan kebersihan diri, 400 alat-alat kebersihan, 400 paket perlengkapan bayi dan 550 selimut. Serta memobilisasi 660 relawan PMI, 23 ambulans dan 13 tangki air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement