Sabtu 04 Jan 2020 02:06 WIB

Musim Liburan Omzet Toko Oleh-Oleh di Lampung Naik

Kenaikan omzet terjadi karena banyak wisatawan yang berwisata ke pantai Lampung

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Keripik pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas Lampung. Kenaikan omzet terjadi karena banyak wisatawan yang berwisata ke pantai Lampung. Ilustrasi.
Keripik pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas Lampung. Kenaikan omzet terjadi karena banyak wisatawan yang berwisata ke pantai Lampung. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Toko oleh-oleh khas Lampung mengalami kenaikan omzet pada masa libur akhir tahun. Kenaikan omzet terjadi karena banyak wisatawan yang berwisata ke objek wisata pantai Lampung.

"Kami mengalami kenaikan omzet yang terlihat dari persentase pembelian, di mana ada kenaikan omzet penjualan menjadi 40 persen pada masa libur Natal dan Tahun Baru dari hari biasanya," ujar store manager toko oleh-oleh Hi Toms, Martin Fredy Siregar, di Bandar Lampung, Jumat (3/1).

Baca Juga

Martin mengatakan kenaikan persentase omzet pada masa libur Natal dan Tahun Baru lebih tinggi dibanding omzet harian yang hanya berkisar 30 persen. Kenaikan persentase omzet pada masa libur Natal dan Tahun Baru terjadi karena banyaknya wisatawan asal luar kota yang berburu oleh-oleh khas Lampung sembari berwisata ke objek wisata pantai.

"Data yang kami himpun dari setiap pengunjung yang datang, sekitar 65 persen pengunjung berasal dari Palembang. Selebihnya berasal dari sejumlah kota seperti Bandung, Bogor, Serang sebanyak 20 persen, serta 10 persen berasal dari Lampung, Jambi, dan Pekanbaru," katanya.

Wisatawan yang memadati sejumlah objek wisata pantai Lampung pada masa libur akhir tahun secara tidak langsung telah membawa dampak positif bagi perkembangan toko oleh-oleh khas Lampung. "Pengunjung rata-rata gemar mencari keripik pisang, kemplang dan kopi. Untuk keripik pisang yang paling digemari adalah keripik pisang muli untuk dibawa pulang sebagai buah tangan setelah berlibur di Lampung, " ujar Eliko, salah seorang pramuniaga di salah satu toko oleh-oleh.

Menurutnya, dalam sehari dapat terjual hingga 50 kilogram keripik pisang muli selama masa libur Natal dan Tahun Baru. "Keripik pisang muli dapat terjual hingga 50 kilogram jika dikalkulasi per bungkus telah terjual sebanyak 350 bungkus ukuran 150 gram, " ujar Eliko.

Hal senada juga dikatakan oleh Sinta salah seorang pemilik toko oleh-oleh khas Lampung. "Bersyukur sekali di akhir tahun toko ramai pengunjung dan rata-rata pengunjung mencari keripik pisang," ujar Sinta pemilik toko oleh-oleh Shinta.

Menurut dia, pada masa libur akhir tahun jumlah pengunjung rata-rata dapat mencapai lebih dari 10 orang dalam sehari. "Pengunjung banyak dari luar kota dan semua rata-rata mencari keripik pisang namun sempat terkendala karena stok pisang hanya sedikit disebabkan musim kemarau," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement