Rabu 01 Jan 2020 17:45 WIB

Rusak Mesin di Laut, 112 Penumpang KM Eklesia Dievakuasi

Air laut membanjiri lambung kapal sehingga kapal mengalami mati mesin.

 KM. Eklesia yang mengalami kerusakan mesin di perairan Desa Lokotoy, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil dievakuasi oleh KM Sabuk Nusantara.
Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
KM. Eklesia yang mengalami kerusakan mesin di perairan Desa Lokotoy, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil dievakuasi oleh KM Sabuk Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGGAI -- Berkat penanganan dan koordinasi yang cepat dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Luwuk dan UPP Banggai Laut serta kesigapan dari nakhoda kapal KM. Sabuk Nusantara 59, maka kapal KM. Eklesia yang mengalami kerusakan mesin di perairan Desa Lokotoy, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil dievakuasi. Sebanyak 112 penumpangnya dalam kondisi selamat.

Adapun kejadian tersebut terjadi di penutupan tahun 2019 masih menyisakan cerita heroik saat Anak Buah Kapal (ABK) KM. Sabuk Nusantara 59 menyelamatkan para penumpang kapal KM. Eklesia.

"Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan kapal KM. Eklesia berbobot GT 272 dengan cepat ditarik kapal KM Sabuk Nusantara 59 ke Pelabuhan Banggai Laut," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, di Jakarta, Rabu (1/1).

Pihaknya menyebutkan, tim Quick Response Team (QRT) UPP Banggai Laut dan UPP Luwuk bergabung dengan Tim Basarnas dan KP3 kemudian bahu membahu mengevakuasi seluruh penumpang. “Dalam penyelamatan itu,  speedboat milik UPP Banggai Laut  ikut mengawal perjalanan kapal KM. Eklesia itu hingga masuk ke teluk," kata Ahmad.

Menurut salah seorang penumpang KM Eklesia, Prayoga, kapal mengalami kerusakan mesin sekitar pukul 05.08 WITA. Kerusakan itu sebagai akibat gelombang yang cukup tinggi sehingga air laut membanjiri lambung kapal, sehingga mengalami mati mesin secara tiba tiba. 

Pada saat kejadian tambah Agung, penumpang ABK KM. Eklesia menginformasikan kepada para penumpang kapal untuk menggunakan life jacket dan meminta agar tidak panik karena ABK telah berusaha semaksimal mungkin menyedot air laut yang masuk pada lambung kapal dengan menggunakan alkon dan telah berkoordinasi dengan UPP Banggai termasuk menyebarkan berita pertolongan kepada kapal-kapal yang berada  di lokasi terdekat. 

"Hingga akhirnya KM. Eklesia  di evakuasi oleh salah satu kapal Tol Laut, KM. Sabuk Nusantara 59 milik PT. Pelni dengan cara di tarik menuju Kab. Banggai Laut," ujar Agung.

Pada kejadian tersebut, Agung dan penumpang lain mengapresiasi ketenangan petugas di atas kapal yang memberikan instruksi penyelamatan dengan jelas sehingga proses evakuasi berjalan dengan lancar.

Pada saat dievakuasi oleh kapal KM. Sabuk Nusantara 59, seluruh penumpang kapal KM. Eklesia telah menggunakan life jacket. "Kami mengapresiasi ABK kapal yang sudah memberikan instruksi keselamatan dan juga para penumpang yang secara sadar betul mengikuti instruksi tersebut demi keselamatan pelayaran," katanya. 

Karena itu, pihaknya mengimbau, agar nakhoda kapal dapat mengantisipasi cuaca yang akhir-akhir ini cenderung ekstrem. Selalu utamakan keselamatan pelayaran dan jadikan keselamatan pelayaran sebagai kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama," tutup Ahmad.

Sebagai informasi, kapal KM. Eklesia merupakan kapal penumpang antar pulau yang melayani tujuan Luwuk Banggai ke Banggai Laut. Kapal yang berbahan dasar kayu tersebut dioperatori PT. Tompotika Timur Raya dan pada saat kejadian mengangkut 112 penumpang dan bermuatan kebutuhan pokok seberat 30 ton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement