Senin 30 Dec 2019 20:52 WIB

APPSI dan Puskoppas Yogyakarta Kembangkan Bisnis Distribusi

Pemangkasan distribusi komoditas bahan pokok dapat memutus mata rantai mafia

Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) Yogyakarta.
Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stabilitasi harga pasar wilayah Yogyakarta, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) berinisiatif untuk memangkas distribusi komoditas bahan pokok. Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) Yogyakarta.

Menurut dia, pemangkasan distribusi komoditas bahan pokok bertujuan untuk mengurangi penambahan biaya terkait distribusi bahan pokok. Selain itu, pemangkasan distribusi komoditas bahan pokok diyakinkannya dapat memutus mata rantai mafia pangan.

"Mafia pangan menjadi sebab kenaikan harga komoditas pangan naik, pasokan ditimbun yang memicu kelangkaan dan kenaikan harga pangan di tingkat konsumen," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Senin (30/12).

Oleh karena itu, lewat kerja sama dengan Puskoppas, APPSI akan mengembangkan distribusi bahan pokok seperti telor, minyak goreng, gula dan beras. Hal tersebut ditunjukkan Ferry ketika mengunjungi Pasar Imogiri di Bantul pada Ahad (29/12).

Lewat penataan yang baik, bukan hanya bangunan pasar yang modern dan bersih, harga bahan pokok diharapkannya juga terjangkau bagi masyarakat."Pasar bukan Hanya kita buat standar sebaik-baiknya, seperti pasar Imogiri ini, tapi kita ingin memasok barang dagangan dari kita sendiri," ucap Ferry.

"Ya tujuan akhirnya adalah harga pada tingkat masyarakat bisa stabil dan terjangkau," tuturnya sebelumnya Ferry bertemu dengan Ketua APPSI DIY, Kanjeng Gusti Mangkubumi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement