Kamis 26 Dec 2019 23:02 WIB

Rayakan Malam Tahun Baru, Ini Imbauan Kapolda Jawa Tengah

Kapolda Jawa Tengah mengingatkan warga tak gunakan petasan saat malam Tahun Baru

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah melarang masyarakat menyalakan petasan pada perayaan malam pergantian tahun nanti. Perayaan dengan kembang api diimbau tetap sesuai dengan aturan yang ada.

“Saya mengimbau masyarakat jangan menggunakan petasan. Saya melarang untuk menggunakan petasan dan gunakan kembang api dengan memperhatikan faktor keamanan dan jangan berlebihan,” tegas Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, di sela meninjau Pos Pemantauan di wilayah Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/12).

Hari ini, Kapolda Jawa Tengah melakukan kunjungan ke sejumlah Pos Pemantauan serta Pos Pengamanan Oparasi Lilin Candi 2019 di wilayah Kota Magelang bersama dengan Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Selain larangan untuk menyalakan petasan, Kapolda juga mengimbau masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun untuk tetap mematuhi aturan berlalu lintas di jalan raya demi keamanan dan keselamatan masyarakat sendiri dan pengguna jalan yang lain.

Pertama- tama untuk memperhatikan rambu- rambu lalu lintas yang ada dan juga memastikan dan mengecek kendaraan yang akan digunakan, baik dari faktor kelayakannya maupun kelengkapan surat- surat kendaraan.

Kemudian, jika akan meninggalkan rumah masyarakat diimbau untuk memastikan semua pintu dan jendela rumah sudah dalam keadaan terkunci, termasuk memastikan agar hal- hal yang dapat memicu kebakaran sudah benar- benar aman.“Jangan lupa mematikan kompor atau mematikan listrik yang tidak perlu guna menghindari bahaya konsleting yang bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran rumah,” tambah Kapolda Jawa Tengah.

Ia juga menambahkan, kendati ibadah Natal di gereja sudah selesai, namun Polri dan TNI masih tetap diterjunkan di seluruh gereja. Selain gereja, konsentrasi pengamanan juga dilaksanakan di tempat- tempat untuk perayaan Tahun Baru, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat aktivitas warga.

“Hari ini, saya mengecek bersama Pangdam IV/Diponegoro (Mayjen TNI Mochamad Effendi), meskipun kegiatan ibadah di gereja sudah selesai, TNI/Polri tetap di tempatkan di seluruh gereja untuk mengamankan gereja,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement