Selasa 24 Dec 2019 04:51 WIB

KPU Indramayu Targetkan Angka Partisipasi 77,5 Persen

KPU Indramayu menargetkan partisipasi TKI, nelayan, dan petani.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Friska Yolanda
Nelayan beraktivitas di kawasan hutan mangrove di pesisir tiris, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/2/2019).  KPU Kabupaten Indramayu menargetkan angka partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu tahun 2020 di angka 77,5 persen. KPU mendorong partisipasi TKI, nelayan dan petani.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Nelayan beraktivitas di kawasan hutan mangrove di pesisir tiris, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/2/2019). KPU Kabupaten Indramayu menargetkan angka partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu tahun 2020 di angka 77,5 persen. KPU mendorong partisipasi TKI, nelayan dan petani.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- KPU Kabupaten Indramayu menargetkan angka partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu tahun 2020 di angka 77,5 persen. Namun, faktor pekerjaan sebagian masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi kendala dalam pencapaian target tersebut.

"PR (yang dihadapi dalam pencapaian target partisipasi adalah) TKI, nelayan dan petani," ujar Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fathoni, di Indramayu, Senin (23/12).

Seperti diketahui, banyak warga Kabupaten Indramayu selama ini menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Mereka tidak bisa pulang untuk menyalurkan suaranya dalam pilkada.

Selain itu, tak sedikit pula warga Kabupaten Indramayu yang bekerja sebagai nelayan di kapal-kapal besar. Mereka biasa melaut hingga berbulan-bulan lamanya ke berbagai perairan di Indonesia, seperti Sumatera, Kaimantan dan Papua.

Para nelayan itu juga tak bisa mendadak pulang untuk mencoblos dalam pilkada. Padahal, mereka terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Begitu pula dengan petani, terutama buruh tani. Mereka biasanya memilih tetap bekerja di sawah jika pilkada bertepatan dengan musim tanam atau musim panen.

"Kami akan koordinasi dengan juragan-juragan kapal dan petani untuk menghadapi kondisi itu," kata Toni.

Selain itu, Toni juga akan berkoordinasi dengan Disnaker dan Bawaslu dalam menghadapi banyaknya warga yang menjadi TKI. Pihaknya pun akan memastikan apakah TKI itu masuk dlm DPT atau DPTb.

Seperti diketahui, Kabupaten Indramayu akan menggelar pilkada serentak pemilihan bupati dan wakil bupati pada 23 September 2020. Masyarakat diajak untuk ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement