Jumat 20 Dec 2019 08:06 WIB

Kemensos Tambah Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Solsel

Bantuan logistik untuk korban banjir Solsel sebesar Rp 345 juta.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Nur Aini
Warga melihat kondisi jembatan rusak akibat banjir bandang di Nagari Pakan Raba
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Warga melihat kondisi jembatan rusak akibat banjir bandang di Nagari Pakan Raba

REPUBLIKA.CO.ID, MUARA LABUH -- Bantuan buat korban banjir Solok Selatan terus berdatangan. Kemarin, Kamis (19/12), Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi membawa bantuan sembari melihat langsung lokasi pasca-banjir bersama Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Kedatangan Rachmat membawakan bantuan tambahan dari Kemensos berupa logistik serta paket sembako. Bantuan logistik senilai Rp 255.749.829. Sementara bantuan paket sembako senilai Rp 87,5 juta. Sehingga total, kedatangan Rachmat bersama Dinsos Sumbar membawakan bantuan tambahan senilai lebih dari Rp 345 juta.

Baca Juga

"Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi beserta pihak Dinas Sosial Propinsi melakukan kunjungannya ke Kec. Sangir Batang Hari, Kab Solok Selatan, dalam rangka mengunjungi dan memberikan sejumlah bantuan kepada korban banjir," begitu informasi yang diterima Republika dari Humas Pemkab Solok Selatan Firdaus Firman, Jumat (20/12).

Rachmat Koesnadi dan Dinsos Sumbr yang disambut Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman berkunjung ke lokasi bencana di Kecamatan Sangir Batanghari. Setelah itu, mereka menyerahkan bantuan di Posko Bencana di Kantor Kecamatan Sangir Batanghari. Penyerahan dilakukan dari Rachmat Koesnadi kepada Abdul Rahman.

Selanjutnya, bantuan tersebut akan didistribusikan ke berbagai titik bencana di Solok Selatan. Setelah penyerahan bantuan, rombongan Kemensos dan Dinsos Sumbar berkunjung ke

Jorong Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan dengan menggunakan perahu tempek. Jorong Talantam merupakan daerah yang mengalami dampak yang cukup parah akibat banjir pada 13 Desember silam. Keadaan tersebut tambah diperparah akibat tidak adanya akses jalan darat menuju daerah tersebut.

Dari data BPBD, khusus di Talantam, banjir pada 13 Desember silam menyebabkan jembatan gantung putus, Instalasi air minum pamsimas putus, BTS (tower telekomunikasi) untuk komunikasi roboh, 83 rumah terendam lumpur, sekolah dan mesjid terendam, dan 5 unit rumah hanyut

Sebelumnya, Kemensos sudah mengucurkan bantuan senilai Rp 1,6 miliar buat korban bencana Solok Selatan. Untuk banjir di Kabupaten Solok Selatan Bantuan Tanggap Darurat dari Kementerian Sosial terdiri atas bantuan logistik tahap 1 diserahkan kepada dinsos Kabupaten Solok Selatan, bantuan logistik tahap 2 diserahkan kepada Dinsos Provinsi Sumatera Barat, peralatan kebersihan keluarga 300 paket, mesin pompa pendorong air 10 unit, mesin genset 6 unit, mesin pompa sedot air dan selang spiral 10 unit, sembako 1.000 paket, santunan ahli waris untuk satu orang korban meninggal Rp 15 juta.

"Total seluruh bantuan sebesar Rp1,6 miliar," Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara di Jakarta akhir pekan lalu.

Bantuan logistik terdiri atas makanan, peralatan evakuasi, peralatan keluarga, dan sandang. Barang dikirimkan dari gudang regional barat Kementerian Sosial di Palembang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement