Jumat 13 Dec 2019 08:11 WIB

57 Rumah di Kulawi Sigi Rusak Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi di Kulawi saat sebagian warga desa hendak beristirahat.

57 Rumah di Kulawi Sigi Rusak Diterjang Banjir Bandang. Foto ilustrasi warga bersama anggota TNI mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan pascabanjir bandang di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Foto: Basri Marzuki/Antara
57 Rumah di Kulawi Sigi Rusak Diterjang Banjir Bandang. Foto ilustrasi warga bersama anggota TNI mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan pascabanjir bandang di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Sebanyak 57 rumah di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak diterjang banjir bandang disertai lumpur yang terjadi, Kamis malam (12/12).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Bartolomeus Tandigala di Palu, Kamis, melalui telepon membenarkan bencana alam kembali menerjang satu desa di Kecamatan Kulawi. Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita saat sebagian warga desa hendak beristirahat setelah bekerja seharian di kebun.

Baca Juga

Berdasarkan laporan dari petugas di lokasi banjir di Desa Bolapapu, bencana tersebut telah menelan korban jiwa dua orang. Kedua korban yang meninggal dunia diterjang banjir bandang bernama Yan B (50 tahun) adalah seorang rohaniawan dan anaknya Rizki (10).

Keduanya ditemukan petugas dan masyarakat desa terperangkap dalam rumah diduga sedang tertidur pulas. Banjir yang melanda Desa Bolapapu itu bukan disebabkan luapan air sungai, tetapi datang dari gunung yang ada di atas permukiman penduduk menyusul hujan deras mengguyur wilayah Kulawi beberapa hari terakhir ini.

Untuk sementara, sebagian besar warga diungsikan di beberapa gedung, termasuk di sekolah yang aman dari banjir. Dia juga menambahkan, sebelumnya pada 8 Desember 2019 banjir lumpur juga menerjang Desa Poi di Kecamatan Dolo Selatan, tetapi tidak ada korban jiwa kecuali kerugian materi yang belum diketahui nilainya. Bupati Sigi Irwan Lapata sebelumnya mengimbau warga yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor tetap siaga saat intensitas curah hujan meningkat seperti dalam sepekan terakhir di beberapa wilayah Sigi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement