Selasa 10 Dec 2019 18:25 WIB

Satu Tahanan Kabur di Malang Berhasil Ditangkap

Tahanan yang kabur terlibat kasus Narkotika mengaku ingin menghindari pernikahan anak

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Polres Malang Kota (Makota) berhasil menangkap satu dari empat tahanan yang kabur, Selasa (10/12).
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Polres Malang Kota (Makota) berhasil menangkap satu dari empat tahanan yang kabur, Selasa (10/12).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Polres Malang Kota (Makota) berhasil menangkap satu dari empat tahanan yang kabur, Selasa (10/12). Tahanan yang terlibat dalam kasus narkotika tersebut bernama Adrian alias Ian (46 tahun).

"Seorang warga Jalan Jodipan Wetan 1 nomor 18 RT 3 RW 7 Kota Malang," ujar Kapolresta Malang, AKBP Leonardus Simarmata saat ditemui wartawan di Mapolresta Malang, Selasa (10/12).

Berdasarkan pengakuan korban, kata Leonardus, tersangka menggunakan jasa sopir ojek daring setelah berhasil keluar dari ruang tahanan. Pelaku meminta pengemudi ojek agar mengantarkannya ke rumah adik. Kemudian dia bersembunyi di rumah sang adik selama beberapa waktu.

"Lalu pindah lagu ke rumah adiknya yang lain hingga akhirnya berhasil ditangkap," katanya.

Menurut Leonardus, adik pelaku sebenarnya sempat meminta Ian untuk menyerahkan diri ke kepolisian. Namun permintaan tersebut ditolak pelaku. Ia ingin menghadiri pernikahan salah satu anaknya.

Pelaku dilaporkan selalu berusaha melarikan diri pada saat proses penangkapan. Akibat tindakan tersebut, kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur. Ian harus mendapatkan luka tembakan di kaki kanannya.

Di kesempatan sama, Tersangka Ian mengaku, pelariannya dari ruang tahanan karena ingin menghadiri pernikahan sang anak. Puteranya dijadwalkan akan menikah pada Jumat (13/12).

Acara pernikahan sang anak membuat Ian tidak bisa menolak ajakan untuk kabur. Ajakan ini diungkapkan tahanan lain, Sokip Yulianto secara langsung kepadanya. Menurut Ian, rekan Sokip yang menyediakan gergaji untuk memotong teralis besi sel tahanan.

Setelah berhasil memotong sel tahanan, Ian dan dan tiga tahanan narkoba lainnya melarikan diri. Mereka kabur dengan melompat ke arah belakang ruang tahanan. Kemudian keempatnya berpencar satu sama lain menyesuaikan tujuannya.

"Saya jalan sendiri, setelah itu tidak ketemu lagi," ucap Ian.

Atas tindakan pelarian tersebut, Ian mengaku sangat menyesal. Ia berjanji tidak akan mengulangi tindakan itu. Bahkan, dia meminta tahanan lainnya agar segera menyerahkan diri ke kepolisian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement