Selasa 10 Dec 2019 13:53 WIB

PDIP Buka Pintu Masyarakat Daftar Calon Kepala Daerah

Pilkada bagi PDIP merupakan momentum untuk memperkuat struktur partai.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka pintu bagi putra putri terbaik bangsa untuk mencalonkan diri bagi sebagai kepala daerah. Hal tersebut menyusul perhelatan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 2020.

"PDIP mendengarkan aspirasi rakyat sehingga calon yang diusung perpaduan internal dan eksternal partai. Itu menjadi pola," kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/12).

Baca Juga

Hasto mengatakan, PDIP memberikan kesempatan bagi siapaun untuk maju sebagai calon kepala daerah bersama partai berlogo banteng moncong putih. Dia berharap kandidat dan kader partai nantinya bersama-sama memperkuat gotong-royong untuk menyukseskan Pilkada 2020.

Dia meminta mereka untuk bergerak bersama di daerah Pilkada manapun. Mantan sekretaris tim pemenangan Presiden Joko Widodo ini melanjutkan, pergerakan selaras dilakukan bukan karena diberi upah atau janji. 

"Karena Pancasila itu kalau disaripatikan maknanya gotong royong. Tak ada orang yang hebat. Pilkada itu kerja kolektif," kata Hasto lagi.

Pada saat bersamaan, Hasto mengatakan, Pilkada bagi PDIP merupakan momentum untuk memperkuat struktur partai. Hal itu, sambung dia, sekaligus menggali potensi daerah seperti Bojonegoro dan Tuban. 

Dia meminta kader untuk selalu menggelorakan semangat konsolidasi dan menyatu dengan pergerakan rakyat. Hasto mengatakan kekuatan PDIP adalah bersama dan dekat dengan rakyat. 

Dia menegaskan, sudah sepantasnya elit partai mendekatkan diri dengan rakyat dan menyerap aspirasi yang berkembang. Dia menekankan bahwa PDIP bukan partai elit karena besar bersama rakyat. 

"Jadi kata kuncinya harus turun, turun, turun, temui rakyat. Kalo elit PDIP tidak turun tak pantas disebut kader PDIP," katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi