Jumat 06 Dec 2019 21:46 WIB

PMI Kembali Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Sigi

Adapun 997 paket bantuan yang diberikan untuk korban bencana di desa tersebut .

Pembangunan perumahan warga di Kabupaten Sigi yang korban bencana likuefaksi September 2018 lalu.
Foto: dok. ACT
Pembangunan perumahan warga di Kabupaten Sigi yang korban bencana likuefaksi September 2018 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Palang merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah kembali mendistribusikan bantuan untuk korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda daerah ini setahun yang lalu. "Bantuan kali ini kami fokuskan untuk warga atau korban yang terdampak bencana di Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava," kata Kordinator Distribusi PMI Kabupaten Sigi Putri Riza Shilvia melalui sambungan telepon, Jumat (6/12).

Adapun 997 paket bantuan yang diberikan untuk korban bencana di desa tersebut berupa dua lembar selimut dan paket family kit. Family kit tersebut berisi peralatan kebersihan seperti sabun, handuk, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci, gayung peralatan makan dan minum serta sandal.

Baca Juga

Setiap keluarga mendapatkan jatah satu paket bantuan tersebut. Sehingga, di desa ini ada 997 KK yang mendapatkan bantuan. Pendistribusian bantuan ini dilakukan selama dua hari. Karena selain jumlah barang yang banyak juga agar bantuan tepat sasaran.

Tidak hanya mendapatkan paket bantuan warga Desa Sibowi pun mendapatkan edukasi cara penggunaan kelambu oleh Tim Promosi Kesehatan PMI Kabupaten Sigi yang benar untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan lainnya yang ditularkan oleh nyamuk. "Bantuan seperti ini akan kami lanjutkan kembali karena masih ada enam lokasi lagi yang akan mendapatkan program bantuan tersebut dan untuk distribusinya dilakukan menjelang akhir tahun atau pada 20 Desember," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sibowi Agus Gidion mengatakan mayoritas masyarakatnya berasal dari kalangan kurang mampu dan saat dilanda bencana banyak warga yang harus kehilangan harta benda dan rumahnya.

"Bantuan ini sangat penting bagi kami karena pascabencana lalu banyak juga warga yang kehilangan mata pencariannya sehingga, mereka hidup dengan segala keterbatasan. Kami tentunya akan selalu mengingat bantuan yang telah diberikan PMI," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement