Rabu 20 Nov 2019 10:03 WIB

Ditusuk Kelompok Bersenjata, Anggota Densus 88 Masih Dirawat

Anggota Densus 88 mengalami luka tusuk saat hendak menangkap kelompok bersenjata.

Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Seorang anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang mengalami luka tusuk ketika menangkap sekelompok orang bersenjata di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Selasa (19/11), mengatakan korban mengalami luka tusuk itu, masih dalam tahap pemulihan setelah selesai menjalani operasi.

Baca Juga

Menurut dia, anggota Polri yang masih dirawat di RS Bhayangkara Medan, tinggal satu orang lagi. "Sedangkan, empat anggota Polrestabes Medan, dan dua orang warga sipil merupakan korban serpihan bom di Mapolrestabes Medan sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Tatan.

Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Sahat Arianja menjelaskan, anggota Detasemen 88 Mabes Polri yang dirawat itu berinisial, AM. "Kemungkinan beberapa hari lagi korban itu, akan meninggalkan RS Bhayangkara Medan," kata Arianja.

Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sumut telah menetapkan 30 orang tersangka terkait dengan kasus bom di Mapolrestabes Medan.

Jumlah tersangka kasus bom bunuh diri, Senin (18/11) berjumlah 26 orang. Namun ada penambahan 4 orang lagi tersangka yang terlibat dalam bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Keempat tersangka baru itu, ditangkap Tim Densus 88, Senin malam (18/11) di wilayah hukum Polrestabes Medan. Hingga Selasa (19/11) total tersangka sudah mencapai 30 orang.

Ledakan bom terjadi di Makopolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan, Rabu (13/11) sekira pukul 08.35 WIB.

Ledakan yang bom bunuh diri itu dilakukan RMN (24) di sekitar kantin Polrestabes Medan yang mengakibatkan enam orang terluka yakni empat  polisi dan dua warga sipil.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement