Selasa 19 Nov 2019 14:35 WIB

Wamenhan Minta Waspadai Tatanan Dunia Siber

Tatanan dunia siber ini membawa tantangan bagi ketahanan nasional.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, Indonesia tengah masuk ke dalam tatanan dunia baru. Ia melihat hal itu merupakan tantangan bagi ketahanan nasional Indonesia.

"Tatanan dunia baru ini membawa tantangan bagi ketahanan nasional karena bentuk serangan berubah dari fisik menjadi cyber (informasi)," ujar Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/11).

Baca Juga

Menurut Trenggono, tatanan dunia baru itu ialah di mana semua terkoneksi antara satu dengan yang lainnya. Ia menuturkan, Indonesia setiap harinya, di era teknologi, diserang tanpa disadari atau tidak.

Salah satu contohnya, yakni penyebaran hoaks untuk melunturkan ideologi bangsa. Jika penyebar hoaks merasa berhasil menghancurkan ideologi seseorang, dia akan masuk dengan paham baru dan merusak tatanan yang ada.

"Kondisi ini yang harus diwaspadai para penggiat smart city karena di era kota cerdas masyarakatnya belum tentu 'cerdas' menerima informasi,” katanya.

Ia mengatakan, agar Indonesia mampu bersaing di era tatanan baru itu, maka semua pihak harus ikut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional. Terlebih ketika tengah membuat konsep smart city atau transformasi digital dalam semua sektor.

"Keamanan dan kedaulatan negara terhadap itu harus masuk dalam perencanaan kala membuat jaringan, konten, dan aplikasi untuk membuat 'smart' apapun bagi masyarakat," terangnya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi