Rabu 13 Nov 2019 05:15 WIB

Diduga Pungli, Warga Tuntut Mundur Kepala Dusun di Ngawi

Warga kecewa dengan perilaku Kepala Dusun Cangakan Ngawi

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com
.
.

jatimnow.com - Kepala Dusun Cangakan, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Marsono dituntut mundur oleh puluhan warganya, Senin (11/11/2019). Harsono diduga melakukan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Puluhan warga berunjuk rasa di Kantor Desa Kawu pada Senin (11/11/2019) sore. Mereka membawa spanduk besar bertuliskan "Jangan pelihara tikus kantor kasun cangakan harus kengser".

Selain itu, mereka membentangkan 9 poster, antara lain bertuliskan "Berantas pungutan liar"; "Jangan Memelihara Tikus Kantor"; "Jangan lindungi kasun salah"; "Jangan makan uang rakyat" hingga "Jadilah contoh masy desa".

"Kami ingin kasun yang bersalah untuk mundur. Apalagi telah terjadi penarikan pungutan pembuatan STTP dalam program PTSL," jelas koordinator aksi, Sutrisno.

Sutrisno juga menyebut bila sikap Marsono selama ini tidak sopan. Ia mengaku bila selain menginginkan Marsono mundur, warga juga meminta agar Marsono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Harus mau minta maaf kepada warga, Marsono dan istrinya. Berkeliling ke rumah-rumah warga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kawu Ali Imron menambahkan, antara warga dan Marsono sudah dimediasi. Kedua pihak sepakat untuk Marsono meminta maaf dari rumah ke rumah.

"Pak Marsono sanggup untuk meminta maaf dari rumah ke rumah bersama istrinya selama dua hari," ucap Ali.

"Tidak ada pungli. Hanya mungkin biaya apa gitu. Sudah sama-sama legowo," tegasnya.

Marsono mengelak jika disebut dirinya melakukan pungli. Dia menyebut, hal itu hanyalah salah persepsi dan kurang komunikasi.

"Warga kurang transparan dan permintaan masyarakat seperti itu. Kalau kurang ramah tadi, namanya momong, ada kelebihan ada kesalahan dan pastinya bisa membenahi ke depan berusaha lebih baik," tegasnya.

Dia juga mengaku siap menjalankan permintaan masyarakat untuk minta maaf bersama istri dari rumah ke rumah yang dimulai Rabu-Kamis 13-14 November 2019, kepada kurang lebih 164 kepala keluarga.

"Apabila dalam waktu dua hari tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat tersebut, saya siap mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dusun Cangakan Desa Kawu," pungkasnya.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement