Sabtu 02 Nov 2019 16:19 WIB

Menteri KKP dan Dubes Jepang Bahas Bantuan Perikanan

Jepang akan menambah bantuan beruba unit radar pantai dan kapal pengawas.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengamati suasana Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Foto: Antara/Galih Pradipta
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengamati suasana Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin (28/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis (31/10). Pertemuan tersebut membahas kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan Jepang di bidang kelautan dan perikanan ke depannya.

Edhy menyampaikan apresiasi atas bantuan Jepang khususnya dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau terdepan Indonesia. Bantuan pembangunan SKPT yang telah dimulai sejak 2018 ini diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga dapat segera menyokong usaha nelayan-nelayan Indonesia.

Baca Juga

"Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan untuk kawasan-kawasan terluar Indonesia senilai 2,5 miliar yen. Bantuan ini digunakan untuk membangun dan memperkuat Sentra-sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) kita yang menjadi wadah berkumpulnya nelayan-nelayan kita di wilayah terdepan Indonesia," ujar Edhy dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Sabtu (2/11).

Edhy menambahkan, Jepang berniat melanjutkan bantuan untuk membangun dan memperkuat beberapa SKPT. Jepang bahkan menambah bantuan berupa 1 unit radar pantai dan 1 kapal pengawas yang akan segera direalisasikan di 2019 ini.

Terkait bantuan radar pantai dan hibah kapal pengawas ini, Edhy ingin agar bantuan yang diberikan memenuhi standar Jepang, sehingga dapat memperkuat pengawasan di perairan Indonesia secara optimal.

Edhy menyebut, Indonesia dan Jepang memiliki sejarah kemitraan yang cukup baik, termasuk dalam sektor kelautan dan perikanan. Jepang bahkan dipandang sebagai saudara tua yang telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Edhy menilai hubungan kemitraan ini perlu dipelihara dengan baik dengan melanjutkan kerja sama berbasis mutual friendship.

"Kita harapkan hubungan ini terus menguat dan lancar. Tugas saya dari Pak Presiden adalah membuat nelayan tersenyum dan tertawa. Bagaimana membuat hidupnya terangkat dan sejahtera. Jadi, apapun yang mengarah ke arah sana, saya akan membela," ucap Edhy.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii mengatakan, Indonesia dan Jepang merupakan negara kepulauan yang memiliki strategi yang sejalan dalam pengelolaannya, termasuk dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui beberapa proyek yang digarap bersama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement