Rabu 30 Oct 2019 21:37 WIB

Rekonstruksi Bandara di Palu Dikebut

Rekontruksi rencananya selesai 2022.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja memperbaiki ruangan yang rusak akibat gempa di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/10).
Foto: Antara/Yusran Uccang
Pekerja memperbaiki ruangan yang rusak akibat gempa di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengebut proses rekonstruksi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Sulawesi Tengah. Pascagempa yang terjadi pada 2018, bandara tersebut juga terdampak kerusakan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi bandara tersebut. “Ini rencananya akan selesai 2022 dan diharapkan bisa lebih cepat,” kata Budi, Selasa (29/10).

Baca Juga

Budi menjelaskan proses rekonstruksi rehabilitasi yang dilakukan pada fasilitas sisi darat dan fasilitas sisi udara. Hal tersebut meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi gedung terminal, rekonstruksi gedung PKP-PK, rekonstruksi gedung serba guna, rehabilitasi bangunan operasional, rumah ibadah, dan rumah dinas.

Sementara itu rekonstruksi dari sisi udara bandara tersebut juga akan dilakukan. “Ini termasuk rekonstruksi dan geometri landasan pacu, perbaikan permukaan landasan pacu, taxiway, rehabilitasi apron, dan pembuatan paved shoulder,” kata Budi.

Budi memastikan rekonstruksi dilakukan untuk merehabilitasi dan memperkuat struktur bangunan agar lebih tahan terhadap bencana seperti gempa bumi. Budi mengatakan keseluruhan pekerjaan diperkirakaan memakan biaya sebesar Rp 327,5 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan bantuan dari Asian Development Bank (ADB).

“Sudah dilakukan pekerjaan dan bertahap. Insya Allah April 2022 keseluruhan rekonstruksi akan selesai,” tutur Budi.

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter dengan luas terminal penumpang sebesar 15.196 meter persegi. Pada tahun 2018 bandara tersebut mampu menampung sebanyak 1,3 juta penumpang. Rahayu Subekti

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement