Sabtu 14 Sep 2019 21:13 WIB

Terancam Digusur, Pedagang Pasar Karangampel Indramayu Resah

Puluhan pedagang pasar daerah Karangampel, Kabupaten Indramayu, resah

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Elba Damhuri
Penggusuran (ilustrasi)
Foto: Republika
Penggusuran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Puluhan pedagang pasar daerah Karangampel, Kabupaten Indramayu, resah. Hal itu menyusul rencana pembongkaran kios yang menjadi tempat mereka berdagang di pasar tersebut.

Keresahan itu muncul setelah mereka menerima surat pemberitahuan mengenai pembongkaran kios pasar Karangampel. Surat tertanggal 9 September 2019 itu memiliki kop surat yang mencantumkan nama salah satu perusahaan kontraktor.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa pembongkaran Pasar Daerah Karangampel Indramayu akan dilakukan pada 15 September 2019. Untuk itu, pedagang diminta untuk mengosongkan tempat berjualan yang saat ini mereka tempati.

Di surat itu juga tertulis bahwa pengadaan konstruksi Pasar Karangampel 2019 berasal dari dana APBD (Bantuan Provinsi 2019) untuk membangun kios pasar, taman pasar, dan area parkir. Selama pembangunan pasar itu berlangsung, pedagang harus mencari lahan untuk tempat jualan masing-masing.

 

Salah seorang pedagang di Pasar Karangampel, Masnun, mengaku sangat resah menerima surat tersebut. Pasalnya, dia dan para pedagang lainnya diharuskan mencari lahan sendiri untuk berjualan. ''Saya tidak tahu harus pindah kemana. Saya tidak punya tempat lain untuk berjualan,'' keluh Masnun.

Masnun mengatakan, sebelum pembongkaran dilakukan, seharusnya pihak kontraktor menyediakan lahan untuk relokasi. Dengan demikian, pedagang tidak kehilangan mata pencaharian mereka.

Salah seorang pedagang lain yang tidak mau disebut namanya, mengaku kecewa dengan rencana pembangunan untuk perluasan pasar tersebut. Dia menilai, pasar Karangampel yang baru dioperasikan beberapa tahun lalu, tidak memiliki perencanaan tata ruang yang baik.

''Seharusnya kalau mau menambah bangunan, tinggal tambahkan saja. Tidak perlu harus membongkar yang sekarang sudah ada,'' kata pedagang itu.

Kepala Disperindag Kabupaten Indramayu, Trisna Hendarin, saat hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya, tidak berada di tempat karena sedang mengikuti kegiatan bintek di Yogyakarta. Begitu pula dengan Sekda Kabupaten Indramayu, Rinto Waluyo, juga sedang mengikuti bintek di kota yang sama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement