Jumat 06 Sep 2019 19:02 WIB

Ganjar Pranowo Ingin Esemka Jadi Mobil Dinas di Jateng

Gubernur bakal menjadikan Esemka sebagai salah satu kendaraan dinasnya.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah
Pabrik Perakitan Esemka. Mobil Esemka selesai perakitan di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).
Foto: Republika/ Wihdan
Pabrik Perakitan Esemka. Mobil Esemka selesai perakitan di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi mobil Esemka, yang segera mengaspal di jalanan Tanah Air. Sebagai bentuk dukungan atas karya anak bangsa ini, gubernur bakal menjadikan Esemka sebagai salah satu kendaraan dinasnya.

"Saya juga akan mendorong seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Tengah dan pejabat di 35 kabupaten/kota untuk menggunakan mobil Esemka sebagai mobil dinas," ungkapnya, menanggapi peresmian industri perakitan mobil Esemka, Jumat (6/9).

Baca Juga

Ganjar mengakui, dia tidak sempat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo untuk meresmikan pabrik perakitan mobil Esemka, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ganjar sedang melaksanakan kegiatan dinas di Kalimantan.

Namun ia terus memantau pelaksanaan peresmian oleh Presiden RI melalui media. Selain mengapresiasi, Ganjar bahkan tidak sabar menantikan produk-produk mobil unggulan dari pabrik yang terletak di Boyolali itu.

"Akhirnya mimpi panjang hari ini bisa diwujudkan. Apapun bentuknya, darimanapun mulainya, akhirnya mobil karya anak bangsa, Esemka tersebut bisa terwujud," katanya melalui sambungan telepon.

Gubernur juga mengungkapkan, ada mobil niaga yang sudah jadi. Tentu ini langkah positif yang akan terus didorong oleh Pemprov Jawa Tengah. Secara terbuka ia sangat tidak sabar menunggu produk non niaga, seperti SUV dan produk lain. Ia pun ingin segera membeli dan merasakan mobil hasil karya anak bangsa tersebut untuk mobil dinasnya.

"Tidak hanya di Jawa Tengah, daerah lain hingga kementerian juga akan saya dorong menggunakan mobil Esemka agar bisa dipakai untuk kepentingan nasional," tambahnya.

Sambil menunggu produk SUV tersebut, Ganjar mengatakan bahwa mobil niaga yang sudah diproduksi Esemka saat ini juga harus didorong untuk membantu program pemberdayaan petani, nelayan dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

"Kami akan mulai dengan menjadikan mobil niaga Esemka ini untuk kepentingan bantuan kita kepada kelompok tani, nelayan dan pelaku UKM. Langkah-langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjadikan Esemka sebagai mobil nasional," tegasnya.

Setelah peresmian ini, gubernur juga akan mengagendakan kunjungan ke pabrik perakitan Esemka tersebut. Dia juga ingin, agar mobil niaga yang sudah diproduksi itu dapat didesain sesuai kebutuhan masyarakat.

"Misalnya untuk niaga, berdagang, petani atau pelaku UKM. Desain saya harap bisa menyesuaikan kebutuhan mereka, jadi nantinya dapat memudahkan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik Esemka berharap industri ini menimbulkan multiplayer efek di Jawa Tengah. Terlebih total investasi pada pabrik yang dirancang sekitar 10 tahun itu mencapai Rp 600 miliar.

Pabrik perakitan mobil Esemka itu berada di bawah naungan PT Solo Manufaktur Kreasi. Letaknya di Desa Demangan Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dalam produksinya, sekitar 80 persen komponennya berasal dari dalam negeri.

"Tadi Presiden mengatakan dengan berdirinya pabrik ini akan menimbulkan multiplayer efek yang sangat besar karena menggunakan komponen dalam negeri," katanya.

Wakil Gubernur juga berharap, dengan berdirinya pabrik ini akan semakin memicu pertumbuhan industri otomotif di Jawa Tengah. Sehingga mampu memberi dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian yang ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen.

"Ini kan nilainya mencapai Rp 600 miliar. Lumayan besarlah. Syukur-syukur langkah ini bisa diikuti pabrikan otomotif lainnya untuk berinvestasi di Jawa Tengah," tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement