REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah pusat belum merilis jumlah korban tewas dari kalangan warga sipil dalam kericuhan di Papua, khususnya di Deiyai. Hingga saat ini, pemerintah baru menyampaikan bahwa ada satu aparat TNI tewas setelah mencoba mempertahankan 10 pucuk senjata dan lima personel Polri disebut mengalami luka-luka. Namun jumlah korban dari warga sipil, pemerintah belum mau membeberkan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Presiden, Jumat (30/8) malam, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menyampaikan bahwa pemerintah memang belum bicara soal korban. Menurutnya, laporan terus berjalan dan pihaknya belum melakukan rekapitulasi terhadap data yang masuk.
"Laporan terus berjalan kita biasanya menerima laporan malam seperti ini, kita kompilasi, baru kita jelaskan besok pagi," katanya.
Sebagai informasi, kericuhan yang menyebabkan seorang sersan dua TNI tewas terjadi di Deiyai pada Rabu (28/8) lalu. Informasi mengenai warga sipil yang tewas juga berkembang sesaat setelahnya. Namun hingga Jumat (30/8) ini, pemerintah masih enggan menyebut apakah kejadian kemarin lusa memakan korban jiwa dari warga sipil atau tidak.
"Ya terserah kita lah mau umumkan atau tidak. Kalau diumumkan perlu diumumkan, kalau tidak, tidak," kata Wiranto.
Wiranto pun menolak bila disebut pemerintah sengaja tidak mau menyampaikan jumlah korban tewas dari warga sipil. Ia meminta wartawan untuk menunggu perkembangan situasi selanjutnya.