Senin 22 Jul 2019 17:07 WIB

Lulusan SMK Magang Jadi Nelayan ke Jepang, Berapa Gajinya?

Gaji Rp 14 sampai Rp 15 juta sebulan bersih, bahkan bisa sampai Rp 20 juta.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
[ilustrasi] Pekerja memotong sirip hiu di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/3). Tingginya permintaan sirip hiu dari berbagai negara di Asia, membuat banyak nelayan sengaja menangkap berbagai jenis hiu karena nilai ekonominya tinggi.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
[ilustrasi] Pekerja memotong sirip hiu di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/3). Tingginya permintaan sirip hiu dari berbagai negara di Asia, membuat banyak nelayan sengaja menangkap berbagai jenis hiu karena nilai ekonominya tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berminat mengikuti magang nelayan di Ishinomaki, Jepang. Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan lulusan SMK di Jabar yang mengikuti program ini dipastikan akan mendapatkan gaji dan fasilitas yang menarik. 

“Program magang 3-5 tahun dilatih Ishinomaki, gaji sebulan pertama bisa Rp14 sampai Rp15 juta,” ujar Iwa kepada wartawan usai pertemuan di Gedung Sate, Bandung, Senin (22/7).

Baca Juga

Iwa mengatakan, tawaran menarik ini tengah ditindaklanjuti oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar beserta Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Jabar. Terutama menghitung kebutuhan pihak Jepang dan kesiapan lulusan SMK yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Jabar. 

“Rencananya berapapun kebutuhan Jepang kita akan penuhi,” katanya.

Menurut Iwa, pihak Ishinomaki bersemangat dengan lulusan SMK Jawa Barat karena sejauh ini nelayan asal Jabar termasuk yang paling cakap dan baik saat bekerja. Kerja sama yang sudah berjalan cukup lama ini tinggal dioptimalkan.

“Kita juga punya SMK perikanan, kita coba dengan Disdik mengoptimalkan lulusan,” katanya.

Magang di Ishinomaki, kata dia, merupakan kesempatan emas bagi lulusan SMK agar bisa menjadi nelayan terdidik dan modern. “Gaji Rp 14 sampai Rp 15 juta sebulan itu bersih, bahkan bisa sampai Rp 20 juta,” katanya.

Dengan mengirim peserta program magang nelayan tersebut, Iwa berharap ketika kembali ke Jawa Barat, provinsi ini memiliki nelayan terdidik. Hal yang sama, diharapkan didapat lewat program dengan pihak lain terkait lulusan SMK di bidang tertentu. “Kami berharap ke depan, nelayan atau petani minimal lulusan SMK. Program ini berita baik buat lulusan SMK,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement