Ahad 21 Jul 2019 14:58 WIB

DPRD Sorot Terlantarnya GBLA

'Kami minta GBLA jangan diterlantarkan oleh Pemkot, dalam hal ini wali Kota Bandung'.

Rep: Sandy Ferdiana/Arie Lukihardianti/ Red: Rahmat Santosa Basarah
Wali Kota Bandung Oded M Danial
Foto: Republika/Edi Yusuf
Wali Kota Bandung Oded M Danial

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--DPRD Provinsi Jabar menyayangkan terlantarnya stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Wali Kota Bandung H Oded M Danial diminta bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Peringatan itu disampaikan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar dr Ikhwan Fauzi M.Kes kepada Republika, Ahad (21/7). Ikhwan menyatakan DPRD Provinsi Jabar berkewajiban mengingatkan wali Kota Bandung terkait kondisi GBLA.

Sebab, pihaknya menjadi lembaga yang menyetujui alokasi dana bantuan ke Kota Bandung untuk pembangunan GBLA. ‘’Kami minta GBLA jangan diterlantarkan oleh Pemkot Bandung, dalam hal ini wali Kota Bandung,’’ ujar ikhwan. Menurut dia, pembangunan GBLA merupakan aspirasi yang disampaikan Pemkot Bandung kepada Pemprov Jabar menjelang PON 2016. Saat itu, lanjut dia, rata-rata kabupaten/kota yang memiliki venue PON mengajukan dana Rp 100 miliar untuk pembangunan sarana olah raga yang akan digunakan PON.
 
Dalam memenuhi kebutuhan pembangunan sarana olah raga, ketika itu banyak alokasi dana pembangunan yang terkurangi. ‘’Termasuk anggaran kesehatan, banyak dikurangi untuk pembangunan sarana olah raga,’’ tambahnya. Seharusnya, tegas Ikhwan, Pemkot Bandung mengalokasikan dana perawatan aset olah raga yang dibangun oleh APBD Jabar. Karena memang, imbuh dia, fasilitas olah raga yang dibangun dari APBD Jabar itu berstatus sebagai aset Kota Bandung.
 
Anggota DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan Kota Bandung itu, menyebutkan, GBLA merupakan fasilitas yang bermanfaat bagi warga Kota Bandung. Oleh karena itu, tutur dia, beban perawatannya harus dijamin oleh Pemkot Bandung. Kata dia, masyarakat harus nyaman dalam menggunakan fasilitas kawasan GBLA. Ikhwan mengaku prihatin jika benar Pemkot Bandung tidak mengalokasikan anggaran perawatan GBLA pada APBD Kota Bandung 2019. ‘’APBD harus disalurkan untuk kegiatan prioritas. Biaya perawatan GBLA merupakan prioritas agar tidak kumuh,’’ imbuhnya.
 
Menurut dia, jika memang Pemkot Bandung tidak sanggup mengelola GBLA, sebaiknya diserahkan ke pihak swasta. Ikhwan yakin, banyak swasta yang mampu dan terbukti profesional mengelola stadion olah raga.
 
Jabar Siap Ambil Alih
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyatakan pihaknya siap mengambil alih pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jika Pemerintah Kota Bandung sudah tidak sanggup merawat lagi. Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat dimintai komentar terkait kondisi Stadion GBLA yang tidak terawat. Menurut Ridwan Kamil, stadion yang baru dibangun itu merupakan aset milik Kota Bandung sehingga kewenangannya berada di pemerintah daerah tersebut. Namun jika eksekutif di bawah kepemimpinan Wali Kota Oded M Danial itu sudah tidak sanggup mengurusnya lagi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap untuk mengambil alihnya. ''Kalau memang enggak sanggup, serahkan saja ke pemprov, dengan senang hati kita urus,'' ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Bandung, Rabu (17/7). 
 
Emil mengatakan, pengambilalihan itu bisa dilakukan jika semua pihak terkait menyepakatinya. Asal Pemkot mau menyerahkan asetnya ke provinsi. ''Maka bisa saya urus dengan dana provinsi. Itu sudah biasa. Kita serahkan aset ke pusat, sering. Pusat nyetor aset ke kita. Sama-sama negara, cuma beda saku,'' katanya. Dikatakan Emil, sejak menjabat wali kota Bandung dirinya berharap pengelolaan Stadion GBLA diserahkan kepada pihak swasta yang kompeten. Ia menilai, PT Persib Bandung Bermartabat selaku manajemen tim Persib Bandung merupakan pihak yang paling pantas diberi kepercayaan untuk mengelola aset megah tersebut.
 
Dengan orientasi bisnis, Emil meyakini stadion itu akan terawat dengan baik oleh manajemen Persib. ''Yang paling betul itu GBLA diserahkan ke (manajemen) Persib, pihak ketiga. Salah satu yang ideal Persib, mereka nanti B to B,'' katanya.
 
Hal ini, kata dia, sudah pernah diusulkannya saat menjadi wali kota Bandung. ''Dulu waktu saya wali kota, saya persiapkan untuk diambil alih oleh Persib,''katanya. Namun, kata dia, saat itu dirinya harus mengikuti pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 sehingga prosesnya tidak sempat dipantau. "Tapi keburu jadi gubernur, proses itu oleh Dispora (Kota Bandung), enggak bisa saya monitor lagi," katanya.
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement