Rabu 10 Jul 2019 05:23 WIB

10 Halte Transjakarta Sediakan Kotak Sampah Elektronik

Petugas DLH akan mengambil limbah elektronik di halte Transjakarta sebulan sekali.

 Sejumlah bus Transjakarta mengantre di Halte Busway Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (23/10).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah bus Transjakarta mengantre di Halte Busway Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyediakan kotak sampah untuk menampung limbah elektronik dari masyarakat di 10 halte Transjakarta. "Kami punya program pengumpulan sampah lewat drop box (kotak sampah)" kata Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH DKI Jakarta, Rosa Ambarsari, Selasa (9/7).

Kesepuluh halte Transjakarta itu, yakni Halte Cawang UKI, Kampung Melayu, Matraman, Senen, Kota, Harmoni, Bunderan HI, Tendean, Blok M, dan Ragunan. Di masing-masing halte itu, selama Januari-Juni 2019 sudah terkumpul total sebanyak 3.640 unit limbah elektronik. Paling banyak di Halte Ragunan sebanyak 929 unit dan paling sedikit 60 unit di Halte Bunderan HI.

Baca Juga

Sampah elektronik yang dibuang warga itu seperti baterai bekas telepon genggam, telepon bekas tak layak pakai, kabel-kabel pengisi baterai aneka gawai, pengisi baterai bekas, dan lainnya. Tak hanya di halte, DLH DKI pun menyediakan kotak sampah serupa di Stasiun Cikini yang telah mengumpulkan sebanyak 1.962 unit selama enam bulan terakhir.

"Januari terkumpul 363 unit, Februari 292 unit, Maret 296 unit, April 427 unit, Mei 230 unit, dan Juni 353 unit. Totalnya ada 1.962 unit, bukan kilogram," kata Rosa.

Selain Stasiun Cikini, sebelumnya DLH juga pernah menyediakan kotak sampah untuk limbah plastik di Stasiun Juanda, tetapi dirusak orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, kata dia, sampai tiga kali dipasang selalu mengalami nasib serupa sehingga akhirnya tidak dipasang lagi oleh DLH DKI.

"(Drop box) Dilubangi bawahnya, mungkin ada yang mau ngambil isinya. Kan memang kelihatan apa aja isinya karena pakai bahan kayak akrilik, transparan," ujarnya.

Sebulan sekali, kata dia, petugas DLH akan mengambil limbah-limbah elektronik yang terkumpul dari kotak sampah tersebut untuk dibawa ke gudang DLH DKI Jakarta. Rosa menambahkan, kotak sampah itu juga dipasang di sejumlah kantor pemerintahan, sekolah, kampus, dan perkantoran untuk memudahkan masyarakat. Di antaranya, Balai Kota DKI, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement