Ahad 07 Jul 2019 14:30 WIB

Wagub Sumbar Minta Asita Arahkan Wisatawan ke Sawahlunto

Akan semakin banyak turis asing dan dalam negeri berkunjung ke Sawahlunto.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Seorang pemandu menunjukkan dinding-dinding berbahan batubara asli di Lubang Mbah Suro, Kota Sawahlunto, Sumbar, Jumat (10/6). Lubang Mbah Suro merupakan lubang pertama dibuka oleh Kolonial Belanda pada tahun 1898 dengan panjang 1,5 kilometer, di lubang itu memiliki kandungan batubara paling bagus dengan kalori 7000 dibandingkan daerah lain. Kini lubang itu menjadi objek wisata andalan kota Sawahlunto.
Foto: Antara
Seorang pemandu menunjukkan dinding-dinding berbahan batubara asli di Lubang Mbah Suro, Kota Sawahlunto, Sumbar, Jumat (10/6). Lubang Mbah Suro merupakan lubang pertama dibuka oleh Kolonial Belanda pada tahun 1898 dengan panjang 1,5 kilometer, di lubang itu memiliki kandungan batubara paling bagus dengan kalori 7000 dibandingkan daerah lain. Kini lubang itu menjadi objek wisata andalan kota Sawahlunto.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menilai keberhasilan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai warisan dunia harus dimanfaatkan untuk memajukan pariwisata di Sawahlunto dan Sumbar pada umumnya. Nasrul meyakini ke depan akan semakin banyak turis asing dan dalam negeri berkunjung ke Sawahlunto.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Wagub meminta Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Sumbar agar mengarahkan wisatawan menuju Sawahlunto.

"Asita yang menggerakkan perjalanan turis luar negeri harus bawa wisatawan ke Sawahlunto. Karena ini sudah punya daya tarik kelas dunia," kata Nasrul kepada Republika, Ahad (7/7).

Nasrul menambahkan pemerintah akan berupaya meningkatkan infrastruktur menuju Sawahlunto agar lebih nyaman dilewat wisatawan. Begitu juga dengan meningkatkan keamanan dan kebersihan supaya Sawahlunto dan Sumbar terus mendapatkan citra posisif dari dunia internasional.

Kemudian Nasrul melihat pasca penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai warisan dunia di sidang komite WHC-UNESCO ke 43 di Kota Baku Azerbaijan, Sabtu (6/7) kemarin, masyarakat akan berpeluang meningkatkan perekonomian. Yakni dengan meningkatkan produksi UMKM dan semacamnya untuk dijual kepada para wisatawan. Nasrul berharap dijadikannya Sawahlunto sebagai situs warisan dunia UNESCO akan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Ini peluang bagi masyarakat kita, khususnya Sawahlunto," ujar Nasrul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement